NABIRE - Peringati Hari Pohon Sedunia, Jumat (21/11/2025) adalah bentuk keperdulian terhadap ekosistem di masa depan. Di mana pesertanya dari anggota jemaat dan pemuda dari komunitas Ko'Ena dan PAM Klasis Nabire Timur serta ada juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Povinsi Papua Tengah, Nancy Raweyai.

Kegiatan memperingati hari pohon sedunia itu dimulai sekitar pukul 15.30 WIT ini, lahir dari kepedulian anak-anak muda yang sadar dan peduli akan lingkungan. Di mana terjadi perubahan iklim akibat deforestasi besar-besaran yang terjadi. Untuk itu langkah kecil ini diharapkan bisa menjadi langkah positif untuk berjuang dalam menjaga alam di Nabire.

Adapun pemateri yang hadir hanya satu, pendeta muda Imelda Hubi. Ia membawakan materi tentang teologi lingkungan atau lingkungan secara alkitabiah mengenai pentingnya pohon dan juga bahaya deforestasi.

Dirinya mengatakan, akan bahaya dari deforestasi yang terus terjadi di Papua terutama di Nabire. Hal tersebut mengganggu ekosistem di hutan yang juga berakibat pada bencana alam seperti longsor dan banjir yang terjadi belakangan ini. 

Jadi ia menekankan harus menjaga alam, tetapi juga dijelaskan dalam kitab kejadian 1.28. "Kita juga diperintahkan untuk menjaga alam, jadi anak muda diajak untuk menjaga alam untuk melaksanakan perintah Tuhan dan juga dalam rangka melestarikan alam tempat kita hidup," kata Imelda Hubi.

Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi perhatian untuk pemerintah dan berbagai pihak, sebagai isu yang penting dan juga ia berharap makin banyak anak muda yang mau peduli untuk menjaga atau melestarikan alam di Nabire.

Bibit pohon yang ditanam ada 100 pohon, diantaranya 30 pohon pucuk merah, 30 kayu besi, 20 trembesi dan 20 matoa. Penanaman dilakukan di lingkungan gereja dan juga sekitar kali di dekat gereja. Kegiatan tersebut semuanya berjalan dengan lancar dan setelah penanaman tersebut dilakukan makan bersama serta foto bersama.(edi)