Peringati Hari Noken Tingkat Provinsi Diwarnai Pameran Noken

NABIRE - Pengagas Noken, Titus Pekei, mendaftar di UNESCO sebagai warisan Budaya Papua tak bergerak, pada 04 Desember silam di Perancis. Untuk itu, 4 Desember telah ditetapkan sebagai hari Noken sedunia.
Peringati Hari Noken Sedunia, tingkat Provinsi Papua Tengah diwarnai pameran noken yang merupakan hasil kerajian tangan dari Mama-mama Papua, bertempat di Bandara lama Nabire, Kamis, 4 Desember 2025 kemarin.
Sebanyak 14 stand pameran noken, masing-masing stand 5 orang mama memamerkan hasil rajutan oken beragam motif, bentuk Noken dan berbahan lokal, hasil buah tangan Mama-mama Papua yang diwariskan sesuai sukunya.
Kegiatan pameran noken sebagai salah satu rangkaian kegiatan, dari beberapa kegiatan yang dilaksanakan dari pihak penyelenggara dalam rangka hari Noken Sedunia tahun 2025 di Nabire.
Pameran noken ini disponsori Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Papua Tengah. Dalam pameran noken ini, harganya standar minimal Rp100 ribu ke atas per noken sesuai ukuran.
Melalui sambutannya, Ketua Dewan Kesenian Provinsi Papua Tengah, Nofit Nawipa, mengapreasiasi Mama-mama Papua dengan semangat selalu mempertahankan Noken Papua sebagai idetitas Papua dan sebagai aset budaya Papua.

Sehingga, Mama-mama Papua selalu eksis dan aktif berpartisipasi dalam menampilkan hasil karyanya.
Dia juga apresiasi kepada pihak terkait yang selalu mengangkat nilai-nilai budaya maupun asesorias budaya sebagai jatih diri Papua, terutama Mama-mama Papua.
"Noken Papua identik dengan sebuah identitas Papua, ciri khas Papua, jati dirinya Papua, maka sebagai orang Papua perlu memaknai juga dalam kehidupan bermasyarakat di tanah Papua," katanya.
Dalam kesempatan itu juga, para pejabat yang hadir mengunjungi ke setiap stand pameran dan belanja noken dari Mama Papua yang dipamerkan.
Salah satu Mama Papua, Merry, di sela-sela kegiatan tersebut mengatakan noken yang selalu dirajut dan disulam, ada yang jual dan ada yang tidak dijual untuk pribasi dan keluarga. Noken yang jual, hasil yang diperoleh digunakan kebutuhan keluarga dan melengkapi kebutuhan bahan nokennya.
"Kami merasa bangga dengan ada kegiatan pameran ini. Melalui kegiatan seperti ini akan memperoleh pendapatan, baik dari noken maupun hasil kreatif budaya lainnya. Kami salut dan beri apresiasi kepada penyelenggara kegiatan pameran ini,” katanya.(hbb)
Bagikan artikel ini



