NABIRE– Peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) di Papua Tengah kembali menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap penyebaran HIV/AIDS yang masih menjadi ancaman serius bagi generasi usia produktif. 

Relawan Pemerhati AIDS dan Koordinator Relawan P4 HIV/AIDS dari Yayasan Gerakan Papua Sehat, Paula S. Pakage menegaskan, bahwa HAS bukan sekadar acara seremonial, panggung hiburan atau kegiatan jalan santai, tetapi hari untuk mengingat ribuan jiwa yang telah meninggal serta puluhan ribu orang yang masih berjuang hidup dengan HIV.

Penyebaran HIV/AIDS di Papua Tengah dinilai terus berlangsung cepat, memPengaruhi tidak hanya orang dewasa tetapi juga remaja dan anak muda. Setiap jam terdapat masyarakat yang terdeteksi positif, meninggal akibat AIDS serta bayi yang lahir dengan HIV dari ibu yang tidak mengetahui status kesehatannya. Perempuan menjadi kelompok dengan angka kasus tertinggi akibat rendahnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan dini.

Dalam momentum HAS, Relawan Pemerhati AIDS dan Tim Koordinator P4 HIV/AIDS dari Yayasan Gerakan Papua Sehat menyampaikan bahwa hingga kini mereka belum mendapatkan dukungan, kerja sama maupun pembiayaan dari Dinas Kesehatan Provinsi maupun Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah. 

Seluruh kegiatan di lapangan dilakukan secara mandiri bersama Yayasan Gerakan Papua Sehat demi memastikan edukasi HIV/AIDS tetap berjalan.

Meski dengan keterbatasan, relawan tetap melaksanakan kampanye kesehatan, pendampingan ODHA serta edukasi bagi komunitas muda dan kelompok perempuan.

Pada peringatan HAS tahun ini, relawan menyampaikan terima kasih kepada Naomi Kotouki, anggota Komisi V DPRP Provinsi Papua Tengah, yang telah memberikan dukungan penuh sehingga kegiatan HAS dapat terlaksana.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pastor Yohanes Adriyanto, SJ, Pastor Paroki Kristus Sahabat Kita (KSK), yang telah mengizinkan penggunaan Aula KSK untuk pelaksanaan ‘Malam 1.000 Lilin’ yang diisi dengan doa, hening, renungan, ibadah serta malam solidaritas bersama komunitas kepemudaan, muda/mudi peduli AIDS dan para ODHA.

Relawan mengajak masyarakat Papua Tengah untuk terus menghilangkan stigma, diskriminasi dan intimidasi terhadap ODHA, sekaligus memperkuat dukungan sosial agar mereka dapat menjalani terapi ARV dengan baik. Selain itu, generasi muda diimbau meningkatkan kesadaran kesehatan reproduksi serta melakukan pemeriksaan dini sebagai upaya pencegahan.

Peringatan HAS tahun ini menegaskan bahwa kolaborasi, edukasi dan solidaritas adalah kunci menciptakan Papua Tengah yang sehat, peduli dan bebas dari penyebaran HIV/AIDS.(ist)