NABIRE - Majelis Ulama Indonesia (MUI) genap berusia 50 tahun. Peringatan milad yang bertema ‘MUI Berkhidmat untuk Kemaslahatan Umat dan Keharmonisan Bangsa’ ini dirayakan dengan meriah di Islamic Center, Nabire, Minggu (3/8/2025). 

Acara ini menjadi momen penting bagi MUI Kabupaten Nabire, terutama dengan dikukuhkannya pengurus baru di empat distrik, yaitu Nabire Barat, Wanggar, Teluk Kimi dan Uwapa, untuk masa khidmat 2025–2030.

Ketua MUI Kabupaten Nabire, K.H. Rohimin Abdurrahman, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran pengurus baru dalam menghadapi tantangan modernisasi digitalisasi dan persoalan umat yang semakin kompleks. Pengukuhan pengurus distrik ini diharapkan menjadi tonggak penting untuk memperluas jangkauan dakwah dan pelayanan keumatan hingga ke tingkat akar rumput.

K.H. Rohimin berharap para pengurus yang baru dikukuhkan dapat menjalankan amanah dengan ikhlas, memenuhi tanggung jawab dan menjadikan MUI sebagai lembaga yang inklusif, moderat dan solutif. 

Ia mengutip firman Allah, Kuntum Khaira Ummatin (Kamu adalah umat terbaik), sebagai motivasi agar MUI senantiasa menjadi teladan dan memberikan manfaat bagi umat.

Secara khusus, K.H. Rohimin juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara ini. Ia berharap sinergi antara MUI, pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dapat terus terjalin demi kemaslahatan umat di Kabupaten Nabire.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Rawi Allan Iriandi, S.E., menjelaskan, Milad ke-50 MUI seharusnya jatuh pada 26 Juli 2025. Namun, karena berbagai kegiatan dan pertimbangan lain, acara puncaknya baru bisa diselenggarakan pada 3 Agustus 2025.

Rawi Allan juga memaparkan serangkaian kegiatan pra-acara yang telah sukses dilaksanakan dalam rangka milad ini. Kegiatan tersebut mencakup Diklat Pemulasaraan Jenazah yang diikuti oleh 200 peserta, melampaui target 150 peserta. Tujuannya untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam merawat jenazah sesuai tuntunan syariat.

Kegiatan pra-acara lainnya adalah Diklat Tajwid Berstandar Metode Masruriyah selama dua hari. Acara ini mendatangkan langsung pendirinya, K.H. Ahmad Tolani, M.Pd., dan diikuti oleh 113 peserta. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an secara fasih dan sesuai dengan tartil.

Acara selanjutnya adalah Istigasah yang digelar pada malam hari sebelum puncak acara. Doa bersama ini bertujuan untuk menjaga kemaslahatan dan kondusivitas umat di Nabire.

Acara puncak milad ke-50 MUI ini tidak hanya diisi dengan pengajian, tetapi juga pengukuhan pengurus MUI di empat distrik. Rawi Allan menegaskan bahwa MUI adalah mitra pemerintah dalam membina dan mengayomi umat Islam serta menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan umat.

Acara milad ini ditutup dengan harapan besar. Seluruh pihak yang terlibat, baik pemerintah daerah maupun para donatur, diberikan apresiasi setinggi-tingginya. Semoga melalui MUI, umat Islam di Nabire dapat terus bersatu dan memberikan kontribusi positif bagi kemaslahatan bersama, baik di dunia maupun di akhirat.(sam)