NABIRE – Perayaan Ekaristi Misa Budaya ‘Mee’ tata laksana artal wani, yang dilaksanakan Minggu (5/07/2026), berjalan sederhana dan meriah, bertempat di Gereja Katolik Santo Antonius Padua Wonoreja.

Perayaan ekaristi khusus dalam Bahasa Mee ini dipimpin Pastor Paroki Oktovianus dengan membawa pengantar perayaan ekaristi nasehat Injil Santo Paus Egoisme hawa nafsu, supaya dipuji. Namun lebihnya penyadaran diri, hidup rendah hati dan hidup menurut roh. Bukan berdasarkan keinginan daging.

Makna hidup rendah hati, pastor mengajak keluarga mulai dari ayah dan ibu di rumah untuk ajak anak–anak melawan keinginan daging. Bersifat sementara yang mematikan generasi muda, terutama melalui digital hand phone atau group WA.

“Perlunya sikap waspada diri dan jaga diri. Sikap bijak menghindari kekerasan dalam rumah tangga. Tentunya kelalaian suami dan istri di keluarga harus dihindari,” terang pastor.

Dalam homili pastor injil menekankan pasti ada hambatan besar menghadang hidup keluarga. Hak resiko yang berat, oleh sebab itu, bukan hidup berdasarkan keingan hawa nafsu atau keinginan daging, namun berdasarkan keinginan dan kekuatan perintah roh kudus.

Hidup bersaing zaman kompetisi, lebih jauh dalam khotbah pastor menyampaikan, bersainglah secara sehat agar kesehatan diri dan keluarga semakin sehat.

“Kalau tidak rawat diri pasti umur kalian pendek. Karena melawan melanggar hukum Allah. Sangat dibutuhkan setia dan kesempurnaan dalam hidup keluarga dan bermasyarakat. Jiwa besar dan hidup rendah hati di tanah Papua ini. Menghargai tamu kita saudara lain,” imbuhnya.

Hidup dalam suasana kedamaian, sehingga pastor meminta berdoa wilayah komplik di tanah Papua dan di luar Papua, supaya kehidupan manusia lebih aman, nyaman dan damai. “Berhati–hati bisa saja terjadi kekerasan terjadi dalam keluarga atau KDRT. Jaga anak, istri dan suami dalam keluarga dengan baik,” harapnya. (don)