NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire menggelar Launching Gerakan Nabire Bersih (GNB) 2021, Senin (14/6/21) pukul 10.00 WIT, di halaman Kantor Bupati Nabire. Launching GNB 2021 merupakan program yang dimotori Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire dan mendapat dukungan penuh dari Penjabat Bupati Nabire, dr. Anton T. Mote. 

Launching GNB 2021 diawali apel bersama yang dihadiri Muspida, petugas kebersihan, ASN, TNI/Polri dan dipimpin Penjabat Bupati Nabire, dr. Anton Tony Mote. Dengan adanya penambahan 15 armada untuk mengangkut sampah di wilayah Kota Nabire, diharapkan tidak ada lagi masalah sampah di Kabupaten Nabire selama enam bulan kedepan. 

Dalam arahannya, Penjabat Bupati Nabire mengatakan, Launching GNB 2021 ini merupakan sebuah gerakan kebangkitan untuk membersihkan Kota Nabire dari sampah. Selama ini, sampah menjadi masalah yang tak kunjung selesai hingga saat ini. Namun, dengan adanya GNB 2021 ini masyarakat Nabire tidak lagi mempertanyakan masalah sampah.  Tetapi masyarakat harus mampu menjaga agar sampah tidak lagi dibuang sembarangan.

“Perangkat GNB 2021 yang dimotori DLH dan juga Distrik Nabire, mulai hari ini dari dinas sampai dengan perangkat desa, RT/RW semua lembaga swasta harus melakukan gerakan kebersihan. Perangkat yang sudah kami siapkan akan melakukan pekerjaan pengangkutan sampah mulai dari depan pagar rumah hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),“ ungkap Anton Mote. 

Kata dirinya, masalah sampah bukan lagi masalah yang harus diperdebatkan kedepan.  Tetapi diharapkan sampah menjadi tanggung jawab semua pihak, baik masyarakat dan juga OPD terkait. Sama-sama menjaga agar Nabire menjadi kota yang indah dan bebas dari sampah.

“Yang bertanggung jawab dengan kebersihan terutama masalah sampah adalah mulai dari pemerintah, OPD, lurah, RT/RW, para kepala kampung. Perangkat ini harus berjalan seiring, bersama dan akan kami kerahkan mulai hari ini dan terus berjalan, mulai dari armadanya, perangkatnya, alat-alat kerjanya kita sudah siapkan.  Sehingga kita harapkan dari perangkat yang sudah disiapkan pemerintah ini, masyarakat juga ikut mendukung untuk memerangi sampah di Kota Nabire,” tuturnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nabire, Onesimus Bonay, SKM., M.Kes mengatakan, sampah di Kabupaten Nabire dalam data yang ada di DLH Kabupaten Nabire untuk mengelola sampah di Kabupaten Nabire, untuk volume sampah perharinya mencapai 193,23 meter kubik. Sedangkan daya angkut yang bisa dilakukan oleh DLH dalam perharinya hanya mampu mengangkut 46 sampai dengan 50 meter kubik. 

Kata Onesimus, keterbatasan armada pengangkut sampah menjadi persoalan utama dalam mengangkut sampah yang ada di Kota Nabire. Sehingga pekerjaannya tidak mampu untuk mencapai target yang harus dicapai dalam memerangi sampah di Kota Nabire. 

“Kita keterbatasan sarana pendukung, bagaimana tidak, armada yang bisa beroperasi di DLH sampai saat ini hanya ada empat. Inilah kondisi DLH saat ini.  Tetapi saya tidak putus asa, saya melakukan komunikasi yang intens dengan paka bupati, akhirnya kami dibantu dengan penambahan armada sebanyak 15 armada khusus untuk megangkut sampah di Kota Nabire, ini luar biasa,” paparnya. 

Dirinya berharap, dengan adanya Program Gerakan Nabire Bersih 2021 ini mempunyai dampak yang luar biasa dan masyarakat juga bisa mengetahui apa yang menjadi persoalan selama ini. Dan diharapkan juga, masyarakat lebih pro aktif dan mendukung Gerakan Nabire Bersih 2021 dengan cukup memperhatikan lingkungan sekitar.  Siapkan tempat sampah di depan rumah dan armada pengangkut sampah yang akan datang untuk mengangkut sampah tersebut, tanpa harus membuangnya sembarangan. 

“Mari kita sama-sama menjaga Kota Nabire dari sampah, kita semua harus peduli dengan sampah. Ciptakan Nabire yang bersih, dan saya optimis masalah sampah akan tuntas dengan adanya program GNB 2021 ini, minimal tidak ada lagi sampah yang di buang dan berserakan di jalan-jalan raya, yang justru menimbulkan sumber penyakit bagi masayarakat itu sendiri,” pungkasnya. (cad)