NABIRE – Sebanyak tujuh anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diduga kuat terlibat dalam aksi penembakan yang menewaskan dua anggota Brimob, yakni Brigpol M Arif Maulana dan Briptu Nelson C Runaki, di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.

Fakta peran masing-masing pelaku terungkap setelah Satgas Operasi Damai Cartenz menggelar rekonstruksi kasus tersebut.

Satu diantara tersangka yang sudah ditangkap, Suplianus Bagau alias Siprianus Weya alias Supli (31), dihadirkan langsung saat rekonstruksi. Dari hasil penyelidikan, para pelaku terbagi dalam tiga kelompok dengan peran berbeda.

Peran tiga kelompok KKB dalam kasus penembakan tersebut, yakni kelompok pertama terdiri dari tiga orang berinisial YM, YW dan KM. Mereka bertugas melakukan penembakan terhadap Brigpol M. Arif Maulana di TKP satu.

Kelompok kedua, melibatkan tersangka TG dan Suplianus Bagau. Mereka berperan menembak Briptu Nelson C. Runaki di TKP 2. Kelompok ketiga, masing-masing Aibon Kogoya dan HM. Kelompok ini yang memantau situasi di sekitar lokasi pembangunan jalan dan ekskavator sebelum aksi berlangsung.

Usai melakukan penembakan, para pelaku merampas senjata api jenis AK-101, AK-47 serta body vest milik korban. Tidak hanya itu, kelompok KKB ini juga sempat membuat video pernyataan sikap di camp darurat mereka. Video tersebut direkam langsung oleh tersangka Suplianus Bagau.

Hal ini seperti ditegaskan Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, yang menyatakan hingga kini baru satu tersangka yang berhasil ditangkap, yakni Suplianus Bagau. “Yang sudah ditangkap baru Suplianus, sementara enam pelaku lainnya masih dalam pencarian,” jelas Yusuf.

Satgas Operasi Damai Cartenz terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku lainnya demi menuntaskan kasus ini dan memulihkan keamanan di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.(wan)