NABIRE – Dua tahun ini totalitas dan dedikasi, semua dituangkan untuk mendapatkan generasi yang benar-benar mumpuni, dan itu dasarnya mengapa Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Nabire, berusaha untuk melakukan bakti sosial dan perayaan Festival Cap Go Meh. Bakti sosial bagi-bagi Sembako kepada Mama-mama Papua penyapu jalan telah dilakukan, dan itu adalah bagian dari misi sosial PSMTI.

Ketua perayaan Festival Cap Go Meh 2025, Alex E. Manibuy, dalam podcast PapuaposTV, Selasa (18/3/2025), mengajak generasi muda di zaman ini, yang dinamakan gen Z itu sangat sulit.

Bagaimana mempengaruhi mereka secara kejiwaan ini tanggung jawab bersama, anak-anak muda ini akan menjadi generasi penerus, dan menggantikan sebagai pimpinan dan itu tidak ada nilainya, dan itu membutuhkan waktu.

"Kita mengajak, membuat festival, membuat bakti sosial dan apa saja bersama-sama, ada drama musikal, anak kecil dan itu yang kita mulai membentuk karakter dan tanggung jawab terhadap PSMTI kelak," ucapnya.

Dikatakan Ketua PSMTI Kabupaten Nabire, Anthony Wijaya, membangkitkan kalangan muda ini tentu dirinya yang tua harus memberikan contoh dan selalu di depan, serta memberikan kesempatan untuk terlibat dengan caranya mereka.

"Cukup apresiasi dengan kalangan muda pengusaha muda di Nabire, di tahun kedua pelaksanaan Cap Go Meh ini sudah mulai terlihat sangat antusias karena kita butuh tenaga yang muda, dan pemikiran inovatif, kreatif pemuda-pemudi Tionghoa," ujarnya.(tim podcast)