NABIRE – Peningkatan peran dan fungsi Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) dalam penguatan pembangunan Nabire. Hal ini seperti terang Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Musda VIII KKSS Kabupaten Nabire, Andi Rasybudi dalam laporan penutupannya, Minggu malam kemarin.  Dikatakan, selama tiga hari pelaksanaan Musda VIII KKSS kita telah berkolaborasi dan berkerja sama, sehingga pelaksanaan Musda dari pertama hingga di penghujung acara dapat berjalan sebagaimana mestinya. Demikian ini terjadi akibat adanya semangat pengurus KKSS dalam rangka peningkatan peran dan fungsi KKSS dalam penguatan pembangunan di daerah ini. Lanjutnya, selain itu, hal tersebut juga merupakan wujud nyata pengurus KKSS untuk memantapkan eksistensi KKSS dalam percepatan pembangunan Kabupaten Nabire menuju tatanan lebih baik membara kasih ke diri masyarakat. “Resopa temmangingi naletei pammase dewata, artinya bahwa hanya kerja keras yang tiada hentilah yang menjadi jembatan turunnya rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa,” ucap Andi. Dasar pelaksanaan Musda VIII KKSS Kabupaten Nabire kali ini menurutnya berlangsung secara demokratis dan transparan. Pembedaan pendapat pun tak dapat dielakkan, namun semua terjadi hanya dalam arema Musda dan tidak terbawa di luar aula Musda. Hal ini dilakukan untuk merumuskan program-program dan rekomendasi terbaik dari KKSS untuk mendukung program pemerintah dalam upaya membangun kebersamaan demi kasih guna mewujudkan kemandirian masyarakat. “Patur diberikan apresiasi dan dijadikan keteladan, yaitu dalam Musda dapat berbeda pendapat tetapi diluar ruangan kembali bersatu. Sebab, warga KKSS telah sadar bahwa perbedaan adalah rahmat sehingga [erlu disatukan dalam bingkai ‘Assedi – Senddingeng’ atau persaudaraan,” pungkasnya.(wan)