NABIRE - Penyusunan RIPPDA merupakan langkah fundamental dalam mewujudkan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan, terarah, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Papua Tengah.

Demikian dikatakan Asisten I Setda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Provinsi Papua Tengah,Menase Kadepa, S.E., M.Si.,Rabu,18/12/24 saat membacakan sambutan tertulis PJ Gubernur Papua Tengah, Anwar Harun Damanik, S.STP., MM.

Kata Kadepa, penyusunan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPDA) Provinsi Papua Tengah merupakan langkah fundamental dalam mewujudkan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan, terarah, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Menurutnya, Provinsi Papua Tengah memiliki potensi pariwisata yang begitu kaya dan beragam, mulai dari keindahan alam, kekayaan budaya, hingga kearifan lokal masyarakat kita. Daerah ini memiliki daya tarik yang bisa dikembangkan menjadi destinasi unggulan di tingkat nasional maupun internasional. Namun, potensi ini perlu dikelola secara profesional, terpadu, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Oleh karena itu, lanjutnya, penyusunan RIPPDA bukan sekadar rencana biasa, tetapi sebuah road map strategis yang akan menjadi pedoman kita dalam membangun pariwisata Papua Tengah. Dengan adanya RIPPDA ini, kita diharapkan mampu, 1. Mengidentifikasi komprehensif; potensi pariwisata; 2. Merumuskan program dan kebijakan pembangunan pariwisata yang masyarakat, selaras dengan kebutuhan; 3. Menciptakan peluang investasi dan membuka lapangan pekerjaan di sektor pariwisata; 4. Menjadikan pariwisata sebagai salah satu sumber pendapatan daerah yang signifikan.

"Saya menyampaikan apresiasi yang sebesar- besarnya kepada Lembaga Penelitian dan Konsultan Pariwisata Yayasan Bahtera Pariwisata Indonesia atas inisiatif dan kontribusinya dalam menyusun rencana strategis yang sangat penting ini”,katanya.

Dirnya selaku Pemerintah juga mengatakan, kegiatan hari ini juga menjadi momentum untuk mengajak semua pihak, baik pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, maupun masyarakat, untuk bersinergi dalam pengembangan pariwisata Papua Tengah. Pembangunan pariwisata tidak bisa dilakukan secara parsial atau sektoral, melainkan memerlukan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan.

Dirinya berharap, agar kegiatan ini dapat menghasilkan rumusan yang konkret dan dapat diimplementasikan secara nyata, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan daerah provinsi Papua Tengah.

“Saya juga berpesan agar penyusunan RIPPDA ini melibatkan nilai-nilai kearifan lokal dan tetap menjaga kelestarian lingkungan, agar potensi pariwisata kita dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang,”ungkapnya.

Dari Pantauan Papuapos Nabire, kegiatan tersebut juga dihadiri para Kepala-kepala OPD dari Delapan Kabupaten yang berada di wilayah Provinsi Papua Tengah. (rob/hum pemprov)