NABIRE – Penyuluhan penggunaan Bahasa Indonesia, khususnya di Provinsi Papua dimulai sejak tahun 2001 dengan sasaran Guru Bahasa Indonesia dan untuk tahun 2019 ini kegiatan difokuskan ke media massa, baik cetak maupun elektronik.Hal ini seperti terkemuka pada kegiatan penyuluhan penggunaan Bahasa Indonesia, yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan pada Balai Bahasa Papua, berkerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Setda Nabire, kemarin.Mewakili Kepala Balai Bahasa Papua, Ketua Panitia Penyuluhan Asmabuasappe, SS, dalam keterangan kepada awak media ini mengatakan, penyuluhan pengunaan Bahasa Indonesia ini dilaksanakan hampir setiap tahun, dimulai sejak tahun 2001 silam.Dimana, lanjut dia, yang menjadi sasaran dalam kegiatan tersebut kala itu para guru bahasa Indonesia. Kemudian tahun berikutnya itu, melibatkan dari Pemerintah Daerah (Pemda), seperti pada bagian umum atau yang biasa membuat surat di lingkungan Setda yang ada di Provinsi Papua maupun Papua Barat.Salah satu pengkaji bahasa dan sastra di Balai Bahasa Papua ini menambahkan, untuk penyuluhan penggunaan bahasa Indonesia bagi media massa dimulai tahun 2019 ini. Itupun baru empat kabupaten yang terpilih, masing-masing Kabupaten Biak, Merauke, Nabire dan Kabupaten Sorong. Jelasnya, untuk di Kabupaten Biak dan Merauke baru dilaksanakan pada bulan Agustus kemarin, Nabire merupakan kabupaten ketiga dan dalam waktu dekat kegiatan yang sama pula dilaksanakan di Sorong, Provinsi Papua Barat.Balai Bahasa Papua mewilayahi atau wilayah kerjanya pada/untuk 2 provinsi di tanah Papua, urainya, dibawah atau biasa disebut UPT dari Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.(wan)