NABIRE - Melalui kewirausahaan Otonomi Khusus (Otsus) 2024, Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Disnaker) dan ESDM Provinsi Papua Tengah secara resmi menutup pelatihan otomotif dan juga penyerahan peralatan pasca pelatihan program bagi Orang Asli Papua (OAP).

Pelatihan ini dilaksanakan selama kurang lebih seminggu, dengan diikuti oleh 42 peserta OAP, bertempat di SMK Negeri 02 Nabire Papua Tengah.

Kepala Disnaker, diwakili Jimmy N. Sambo, SE, selaku Kabid Tenaga Kerja menyampaikan, permohonan maaf dari Kepala Disnaker Provinsi Papua Tengah, karena dirinya sedang melakukan perjalanan dinas ke luar daerah.

Jimmy berharap agar apa yang para peserta dapatkan di tempat ini bisa menjadi bekal di kemudian hari, ilmu yang didapatkan bisa diterapkan.

"Kegiatan ini bertujuan supaya para peserta nanti bisa berwirausaha, karena setelah dari kegiatan ini, bapak-bapak akan diperlengkapi dengan peralatan-peralatan yang diharapkan bisa buka bengkel," ujar Kabid Disnaker dalam sambutannya.

Dirinya tak lupa berterimakasih kepada Kepsek SMKN 02 beserta instruktur yang juga menerima dinas dan bekerjasama dalam pelaksanaan kegiatan tersebut dan kepada para panitia yang sudah bekerja siang dan malam mendampingi para peserta hingga kegiatan dapat terselesaikan.

Tidak hanya itu, salah satu peserta juga menyampaikan pesan dan kesan pada saat penutupan acara tersebut. Dimana, dirinya sangat berterimakasih kepada para panitia dan juga istruktur yang sudah membagi ilmu kepada seluruh peserta yang otomotif.

"Kami merasa bahwa kegiatan yang telah dilakukan oleh kepala dinas tenaga kerja dan seluruh panitia telah membantu kami, untuk itu harapan kami sebagai peserta, mengharapkan di tahun 2025 masih dilakukan kegiatan seperti ini, dan kalau bisa kami diajak untuk bergabung kembali dan juga kita masuk ke materi materi yang lebih di atas seperti roda empat," harapnya.

Selain itu, pesan dan kesan juga disampaikan oleh istruktur yang telah memberikan ilmu kepada para peserta. Dirinya sangat berterimakasih kepada seluruh pihak dari dinas tenaga kerja transmigrasi karena sudah mempercayainya untuk menjadi instruktur dalam pelatihan otomotif.

Ia juga mengapresiasi seluruh peserta yang juga tergolong tertib dan pekerjaan yang sangat rapi.

"Seluruh peserta bekerja dengan sangat baik dan tertib, saya sangat mengapresiasi itu, jadi selama pelatihan, kami guru-guru teknik sepeda motor sudah berusaha sebaik yang kami bisa, tapi sebagai manusia biasa, yakin pasti ada kekurangan-kekurangan, untuk itu pada kesempatan ini, dengan segala kerendahan hati, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya," tutupnya.(joseph)