NABIRE - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire kini tengah berbenah diri. Berkat dukungan penuh dari pemerintah daerah, rumah sakit ini siap meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas demi kenyamanan masyarakat. Hal ini disampaikan Direktur RSUD Nabire, Sukatemin, S.Kep.,Ns., M.Kep, dalam sebuah wawancara, Rabu (27/8/2025).

Kunjungan dari Wakil Bupati Nabire, Plt Sekretaris Daerah, Asisten I dan rombongan menjadi simbol dukungan nyata dari pemerintah daerah. "Ini merupakan bentuk dukungan dari pemerintah daerah kepada rumah sakit untuk bisa segera berbenah dan meningkatkan pelayanan," ujar Sukatemin. 

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Nabire, Gubernur Provinsi Papua Tengah dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi atas koordinasi yang telah terjalin.

Berkat kolaborasi tersebut, RSUD Nabire menerima bantuan senilai Rp25.650.000.000 pada tahun 2025. Bantuan ini datang dalam bentuk obat-obatan, reagen dan alat habis pakai yang sangat vital untuk menunjang pelayanan kesehatan. Dukungan ini diharapkan dapat membantu rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.

Namun, di tengah upaya peningkatan layanan, Sukatemin juga menyoroti satu tantangan besar. Ia mengimbau seluruh masyarakat Papua Tengah untuk melengkapi diri dengan dokumen identitas seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK). Tanpa dokumen ini, pihak rumah sakit mengalami kesulitan dalam memproses administrasi, baik sebagai pasien umum maupun pasien BPJS.

"Kalau tidak punya identitas KTP, kami kesulitan mau dilayani sebagai pasien umum. Sementara kalau mau langsung dilayani dengan pasien BPJS, mereka tidak punya dokumen," jelas Sukatemin. 

Ia menekankan bahwa ketiadaan identitas sering kali menjadi penyebab lambatnya proses pelayanan.

Menjawab keluhan masyarakat mengenai kecepatan layanan di UGD, Sukatemin menjelaskan, RSUD Nabire memiliki komite mutu pelayanan. Meskipun selama ini peningkatan mutu masih dilakukan secara otodidak, rumah sakit akan menjadwalkan pelatihan khusus pada tahun depan. 

Pelatihan ini akan berfokus pada keselamatan dan peningkatan mutu pasien, mulai dari pendaftaran hingga pengambilan obat, sehingga alur pelayanan dapat dievaluasi secara terukur.

Terkait masalah ketersediaan kamar, Sukatemin menegaskan bahwa kapasitas tempat tidur saat ini sudah memadai, dengan total 313 tempat tidur. Ini menjadikan RSUD Nabire setara dengan rumah sakit tipe A. Kendalanya, kata dia, bukan pada kurangnya tempat tidur, melainkan pada kurangnya integrasi antara UGD, pendaftaran dan ruangan.

Namun, kendala tersebut akan segera diatasi. Pada akhir tahun ini, RSUD Nabire berencana menerapkan sistem terintegrasi. Dengan sistem baru ini, petugas medis akan dapat melihat ruangan mana yang tersedia, siapa petugas yang bertugas dan dokter penanggung jawab dari loket pendaftaran. Pasien juga akan memiliki opsi untuk memilih dokter yang melayani.

Sukatemin rumah sakit memproduksi oksigen sendiri. Saat ini, rumah sakit mampu memproduksi antara 40 hingga 50 tabung oksigen per hari, dengan total kapasitas 140 tabung.

Untuk memastikan pasokan yang aman bagi pasien, terutama mereka yang membutuhkan oksigen setiap hari, pihak rumah sakit masih kekurangan sekitar 35 tabung lagi. "Dengan tabung oksigen itu masih sekitar 35 tabung lagi yang harus kami siapkan dari rumah sakit," tutup Sukatemin.(sam)