Pengusaha Diminta Jaga Dampak Lingkungan
NABIRE – Pengusaha di daerah ini diminta untuk memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan menjaga dampak lingkungannya s
Bagikan
NABIRE – Pengusaha di daerah ini diminta untuk memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan menjaga dampak lingkungannya sehingga tidak membawa malapetaka bagi masyarakat di daerah ini. Apalagi, musim hujan bisa membawa musibah banjir, longsor dan luapan air ke tengah pemukiman warga. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire, Onesimus Bonay di ruang kerjanya, Selasa (10/3) mengatakan setiap usaha, mendapatkan izin operasional, salah satunya karena setelah adanya rekomendasi tentang Amdal yang dikeluarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup. Oleh sebab itu, setiap perusahaan di daerah ini diharapkan menjaga dampak-dampak lingkungan yang bakal terjadi. Bencana luapan air, longsor dan banjir bandang akan mengancam kapan saja, terutama saat musim hujan. Apalagi, pasir dan batu-batuan di kali digeruk, ancaman banjir tetap kita waspada. Kepala DLH Nabire, Bonay mengingatkan beberapa perusahaan yang sedang mengambil batu, pasir dan material lain di kali, penambangan dengan alat berat di kali, ancaman terjadi longsor, banjir dan luapan air menjadi ancaman serius. Oleh sebab itu, Bonay meminta kepada perusahaan yang bergerak di pertambangan di kali dan pinggir kali serta pengusaha material batu dan pasir agar memperhatikan rekomendasi Amdal yang diberikan pemerintah untuk menghindari kerusakan alam dan bencana banjir bandang di daerah ini. Bonay mengakui, rekomendasi Amdal tidak dikeluarkan oleh Dinas LH di kabupaten tetapi diterbitkan oleh DLH provinsi. Namun, ia mengingatkan perusahaan di daerah ini agar menjaga dan memperhatikan rekomendasi Amdal yang diberikan oleh pemerintah. Sebab, kata Bonay, ketika perusahaan dan pengusaha tidak mengindahkan Amdal, resiko yang dapat timbul akibat kelalaian melaksanakan Amdal, dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat sekitar.(ans)
Bagikan artikel ini



