NABIRE - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Papua Tengah masa jabatan 2022-2027 resmi dikukuhkan dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat. Acara ini menjadi tonggak penting bagi kedua organisasi dalam melanjutkan kontribusi mereka bagi pembangunan masyarakat, khususnya di Provinsi Papua Tengah yang baru, di Gedung Islamic Center, Sabtu (19/07/2025). 

Peran sentral Aisyiyah dalam memuliakan perempuan dan membangun bangsa

dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Provinsi Papua Tengah, Sukarti, S.Pd.I, M.Pd, menegaskan kembali peran strategis Aisyiyah sebagai gerakan yang menjalankan dakwah dan tajdid dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 

"Aisyiyah telah berkiprah dan berkontribusi selama lebih dari satu abad sebagai organisasi sosial keagamaan dan gerakan perempuan yang berbasis nilai Islam untuk kemajuan," ujarnya.

Sukarti juga menekankan bahwa Aisyiyah, yang saat ini berusia 108 tahun (terhitung 18 Mei 2025), terus berkomitmen dalam memajukan dan meningkatkan derajat perempuan, sejalan dengan nilai dasar Islam yang memuliakan perempuan. 

Perjalanan panjang Aisyiyah selama satu abad ini telah menghasilkan berbagai program, kegiatan dan amal usaha yang semakin berkembang dan meluas, menebar kebaikan untuk kemajuan umat, masyarakat, bangsa dan dunia kemanusiaan.

Pengukuhan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Provinsi Papua Tengah ini berdiri berdasarkan pada Surat Keputusan Pimpinan Pusat Aisyiyah Nomor 2093/TPA/A/III/2025, tanggal 21 Maret 2025, dengan susunan anggota pimpinan yang ditetapkan pada 25 Mei 2025. 

"Kami adalah bagian dari Pimpinan Wilayah Papua sebelumnya. Setelah kami menerima SK tersebut, kami masih menunggu SK Pimpinan Wilayah Muhammadiyah karena SK Pimpinan Wilayah Muhammadiyah belum terbit, sehingga untuk pengukuhan kami menunggu hingga pada hari ini kita bisa bersama-sama dikukuhkan," jelasnya.

Sebagai organisasi yang relatif baru di Papua Tengah, Sukarti mengibaratkan Aisyiyah Papua Tengah seperti bayi yang baru lahir. Oleh karena itu, ia memohon petunjuk, bimbingan dan arahan dari pimpinan pusat serta pendampingan dari Pimpinan Wilayah Jawa Timur agar dapat berjalan sesuai harapan.

Aisyiyah Papua Tengah juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dalam pembangunan untuk kemajuan Papua Tengah, terutama dalam bidang pendidikan, sosial dan keagamaan. Saat ini, Aisyiyah Papua Tengah memiliki dua Pimpinan Daerah Aisyiyah, yaitu Pimpinan Daerah Kabupaten Nabire dan Pimpinan dDaerah Mimika. 

Pimpinan daerah Aisyiyah Nabire ada dua cabang Aisyiyah, yaitu pimpinan cabang Aisyiyah Makimi dan pimpinan cabang Uwapa. Lebih lanjut, Aisyiyah Papua Tengah telah memiliki 8 Taman Kanak-kanak (TK) Aisyiyah Bustanul Atfal dan 2 kelompok bermain yang tersebar di semua distrik di Kabupaten Nabire.

"Kami juga memohon doa dan dukungan dari bapak/ibu hadirin sekalian dan segenap masyarakat Papua Tengah, kiranya kehadiran pimpinan dapat menjadi pencerahan dalam dakwah amar ma'ruf nahi munkar di Papua Tengah," harap Sukarti.

Muhammadiyah dan Aisyiyah sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan Papua Tengah.

Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa, SH, diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Ukkas, S.Sos.,M.KP, turut menyampaikan sambutannya. 

Ia mengucapkan selamat kepada para pimpinan yang baru dikukuhkan, seraya berharap amanah yang diemban dapat dijalankan dengan ikhlas, penuh semangat dan membawa manfaat seluas-luasnya bagi umat dan masyarakat Papua Tengah.

Ukkas menjelaskan bahwa peranan Muhammadiyah dan Aisyiyah identik dengan hubungan antara Gubernur dan Ketua PKK di pemerintahan. "Kalau di pemerintahan ada gubernurnya, juga ada ketua PKK, itu identik sama. Jadi mereka bersama-sama. Tapi kalau di Aisyiyah memang organisasinya memang sudah lebih maju," tuturnya. 

Ia juga menyoroti peran Aisyiyah yang sudah bergerak jauh dalam membangun pendidikan di seluruh Indonesia, dengan sebagian besar TK dikelola oleh Aisyiyah di Muhammadiyah.

Sebagai provinsi yang masih baru dan sedang menata masa depan, Papua Tengah menyadari bahwa kekuatan utama bukan hanya pada infrastruktur fisik, tetapi justru pada sumber daya manusia dan nilai-nilai kebaikan. "Di sinilah kami melihat peran penting organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan Aisyiyah, bukan hanya sebagai gerakan dakwah, tapi juga sebagai mitra strategis dalam pendidikan, kesehatan, sosial dan pemberdayaan masyarakat, khususnya kaum perempuan dan pemuda," tegas Ukkas.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap kepengurusan yang baru ini dapat terus bersinergi dengan program-program pemerintah. "Saya percaya dengan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah dan Aisyiyah akan membawa perubahan yang positif," kata Ukkas.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat semangat kebersamaan, membangun dengan semangat gotong royong serta menjaga harmoni dan toleransi di tengah keberagaman Papua Tengah. Selain itu, pemerintah mendorong agar kader-kader Muhammadiyah dan Aisyiyah Papua Tengah dapat semakin aktif berperan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang ada.

"Jadikan organisasi ini sebagai lokomotif merupakan gerakan yang berlandaskan nilai keislaman dan kebangsaan," pungkas Ukkas.(sam)