NABIRE - Baru-baru ini sejumlah penginjil dari denominasi gereja di Surabaya peduli Kabupaten Nabire yang ada di tanah Papua. Elly Gunto, S.Th selaku Gembala Gereja GBI Karang Mulia mengatakan, sejumlah penginjil dari denominasi gereja di Surabaya peduli Nabire untuk melayani di beberapa titik tempat pelayanan di kabupaten dan dibekali oleh bingkisan bagi masyarakat tak mampu. Peduli Penginjil dari Surabaya di Kabupaten Nabire adalah untuk menjawab perintah Tuhan, seperti yang dikatakan “Pergilah jadikan semua bangsa muridku dan baptiskanlah mereka dengan nama Bapa, anak dan roh kudus” hal inilah yang menjadi panggilan para penginjil di Surabaya untuk berbagi kasih dengan masyarakat di tanah Papua, khususnya di Kabupaten Nabire. Penginjil dari Surabaya usai melaksanakan pelayanannya mereka turut foto bersama dengan gembala gereja GBI Karang Mulia Elly Gunto, S.Th, di kediamannya Jalan Ujung Pandang Kelurahan Karang Mulia. Sebelum foto bersama Elly Gunto, menyampaikan beberapa hal penting yang terkait dengan panggilan mereka untuk melayani di tanah Papua dan merekapun mendapat apresiasi dari masyarakat Papua khususnya Kabupaten Nabire dimana titik-titik pelayanan mereka yang sudah membawakan hasil kepada masyarakat dengan sikap pola pelayanan dan pengajaran yang benar. Sebelum mereka melangkah untuk menginjak angkot yang akan menuju ke bandara untuk berangkat mengikuti pesawat, mereka terlebih dahulu mendapat doa pemberkatan dari Gembala Gereja GBI Karang Mulia Elly Gunto,S.Th dengan melepas mereka atas nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, langkah merekapun berada didalam tabung perlindungan Tuhan Yesus. Kegiatan yang dilaksanakan oleh para penginjil ini mereka setiap hari harus mencari orang-orang yang mereka berkati dengan berbagai bingkisan agar masyarakat yang layak menerima dan bisa diberkati. Para penginjil tersebut sudah memberikan atau membagikan banyak hal baru ke tempat-tempat pelayanan mereka yang mereka melayani tentang bagaimana hidup berbagi kasih kepada orang lain dan mengutamakan Tuhan didalam keluarga mereka masing-masing. Langkah merekapun sudah selesai karena waktu yang membatasi tugas mereka sebagai penginjil di Kabupaten Nabire dan kepergian mereka kembali ke Kota Pahlawan Surabaya menjadi satu sejarah yang membuktikan bahwa mereka sudah menabur apa yang diperintahkan Tuhan kepada mereka dan mereka bagi ke tanah Papua, khususnya Kabupaten Nabire. “Hendaklah hal ini bisa jadi cermin kepada siapapun juga bahwa penginjil Surabaya ini sudah menjawab perintah Tuhan seperti didalam Firman Tuhan mengatakan bagaimana kamu mengasihi aku yang tidak kelihatan sedangkan saudara-saudaramu yang kelihatan kamu tidak mengasihi, disinilah penginjil Surabaya menjawab kebenaran Firman Tuhan bahwa mereka sudah sudah mengasihi saudara-saudaranya yang kelihatan khususnya di Kabupaten Nabire tanah Papua amin,” imbuhnya. (ist)