DOGIYAI – Pengamat dan kritikus dalam memberikan kritiknya di tengah asyarakat dan public, perlu menjaga wibawa pemerintah dan DPRD Kabupaten Dogiyai. Dewan dan pemerintah Dogiyai sebagai pelayan di tengah masyarakat tak mudah dikritik. 

Sementara terhadap pemalangan Kantor Bupati Dogiyai juga Kantor DPKAD Dogiyai, aksi tersebut akan dinilai oleh masyarakat umum. Pengamat akan mengkritik aksi tersebut dan menjadi bahan diskusi di tengah masyarakat.

Dikatakan Natalis Bunapa, SE, Kabang Keuangan DPRD Kabupaten Dogiyai, beberapa waktu lalu, Dogiyai aman pada masa kepemimpinan Thomas Tigi. Urusan keuangan, kebutuhan anggaran rumah tangga, dia sebut tak ada gangguan masalah keuangan di daerah.

“Menjaga nama baik dan sesuai aturan memanggil OPD yang bersangkutan bersifat pinjam pemotongan OPD tertentu. Biasanya dipanggil pimpinan OPD yang bersangkutan. Dana persediaan yang dibutuhkan dewan dan juga pemerintah,” kata Nato Bunapa.

Lanjutnya, DPRD Dogiyai sekian kali mengundang Kepala Kantor DPKAD Dogiyai, namun tak dihiraukan. Selama ini Dewan panggil untuk pertemuan bersama, namun yang bersangkutan tidak hadir ikut rapat.

Tutur jebolan Fakultas Ekonomi Universitas Cenderwasih Jayapura ini, Dewan bisa hidup bagian risalah dan persidangan. 

Kata anggota DPRD Dogiyai, Yulianus Boha, SH, antara eksekutf dan legislatif hal itu belum dilakukan selama ini. Komunikasi konsultasi untuk mengingatkan.

Nato juga sebutkan anak asli yang bisa masak baik seperti Wilem Tigi, SE Kepala Bidang Aset jaman Thomas Tigi, Elisabeth Edowai, SE Bagian Pembukuan, kini mereka sudah pindah tugas.

“Menjaga wibawa sangat penting kritik warga. Warga kritik Dewan juga pemerintah karena lalai. Pegawai Dogiyai berharap gaji, mengingat anak istri maka gaji PNS dibayarkan minggu besok,” ujar Natalis Bunapa. (don)