Penembakan Terjadi Lagi di Intanjaya
SUGAPA – Penembakan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Intan Jaya. Pewarta Agustinus Duwitau dikabarkan ditembak di Domogau, Distrik
SUGAPA – Penembakan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Intan Jaya.
Pewarta Agustinus Duwitau dikabarkan ditembak di Domogau, Distrik Sugapa, Rabu (7/10) kemarin.
Penembakan terjadi sekitar pukul tujuh pagi.
Pewarta Agustinus melayani di Gereja Katolik Stasi Emondi Paroki Bilogai.
Menurut informasi, setelah ditembak, korban sempat melarikan diri, sementara masyarakat dan sejumlah ASN sempat mencari korban.
etelah mendengar informasi korban telah tiba di Kali Wabu Domogau (tempat kejadian), pihak rumah sakit menjebut korban dan melakukan evakuasi menggunakan mobil ambulance dari pinggir Kali Wabu.
Sekitar pukul 3 sore korban dievakuasi menuju UPTD RSUD Sugapa di Jalan Poros Yokatapa Distrik Sugapa.
Korban saat ini tengan dirawat secara intensif.
Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si beserta anggota DPRP Provinsi Papua, Thomas Sondegau dan Ketua DPRD Intan Jaya, Panius Wonda, sempat menjenguk korban.
Bupati Natalis Tabuni sempat berkomunikasi dengan korban dan dokter yang menangani korban.
Kepada wartawan Bupati Natalis Tabuni mengatakan, jika pihaknya mendapatkan informasi ada warganya yang tertembak di Domogau.
"Korban penembakan Agustinus Duwitau yang sedang dalam perjalanan dari pusat Paroki Bilogai menuju Pos Emondi pukul 07.00 WIT," kata Bupati Natalis Tabuni kepada awak media di Kantor Bupati Intan Jaya di Sugapa.
Setelah mendapatkan informasi itu, Bupati Natalis memerintahkan ASN Intan Jaya bersama pihak Gereja Katolik dan beberapa tokoh masyarakat untuk memastikan adanya penembakan itu.
"Ternyata ditemukan korban gembala Pak Agustinus Duwitau, di puncak gunung dan sekarang sudah ada di UPTD RSUD Sugapa untuk mendapatkan perawatan," katanya.
Bupati Natalis berharap setelah ada penanganan awal dari tim medis RSUD Sugapa, Kamis (8/10) pagi, korban akan dirujuk ke Nabire.
Bupati Natalis mengaku belum tahu pasti kejadian penembakan terhadap korban tersebut.
"Kami sendiri dari Pemkab Intan Jaya akan mendalami dan berkoordinasi dengan TNI dan Polri terkait kejadian ini," ujarnya.
Bupati Natalis mengimbau kepada masyarakat Sugapa untuk tetap tenang.
"Sesuai imbauan tertulis dari Pemkab Intan Jaya bersama TNI dan Polri bersama stakeholder untuk tidak keluar malam di atas jam 18.00 dan tidak boleh bepergian sendiri.
Tidak boleh bawa senapan angin, kalau mau bepergian beri tahu petugas.
tetap waspada karena Intan Jaya belum pulih sepenuhnya,” kata bupati.
Ada informasi menyebutkan jika korban Agustinus Duwitau benar-benar seorang katekis dari Gereja Katolik Bilogai.
Korban saat bepergian membawa Surat Pengantar dari Gereja Katolik Paroki Bilogai yang menyatakan dia itu seorang katekis.
Pihak gereja memang sengaja memberikan surat tugas kepadanya. Agar yang bersangkutan adalah betul-betul petugas gereja dan bukan KKB atau TPN/OPM.
Kalaupun korban membawa senapan angin adalah untuk berburu kuskus. (ist)
Bagikan artikel ini



