NABIRE - Di awal tahun pelajaran tentunya pihak orang tua murid direpotkan soal biaya penerimaan murid baru. Seperti yang terjadi di awal tahun pelajaran 2014/2015 ini di mana rata–rata orang tua murid dipusingkan soal biaya penerimaan murid baru yang dipatok pihak sekolah masing-masing.   Namun justru terbalik, pada TK hingga SMA Satu Atap Napan yang dipimpin seorang putra Napan, Petrus Jap Marey, S.Pd justru memberikan kebijakan dengan menghapus biaya penerimaan murid baru dari tingkat TK hingga SMA yang dipimpinnya. Bahkan dirinya bersedia menampung anak-anak yang jauh di asrama yang ada di lingkungan Pendidikan Satu atap Napan. Untuk itu dirinya menawarkan kepada saudara–saudaranya orang Papua yang ada di wilayah Kabupaten Nabire yang ingin menyekolahkan anak-anak dengan gratis silakan datang ke TK, SD, SMP dan SMA Satu Atap Napan. Karena di kota banyak pungutan biaya yang sesungguhnya sangat membebankan orang tua murid yang akhinrnya anak jadi putus sekolah hanya gara-gara beban biaya masuk dan biaya lain-lain. “Kami sekolah yang berada di pinggiran kota yang tentunya membutuhkan biaya pendidikan, namun justru kami punya komitmen untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang cerdas,” kata Kepala Sekolah Satu Atap Napan, Petrus Jap Marey, S.Pd kepada papuapos Nabire, Senin (7/7) di depan kantor Dolog Nabire. Sehingga semua kebutuhan yang ada dapat dipres dan lebih mengutamakan kepentingan pendidikan agar tidak anak-anak usia sekolah yang putus hanya gara–gara biaya masuk sekolah di awal tahun pelajaran. Karena selaku orang tua murid dan juga seorang guru mendengar banyak sekolah di kota yang melakukan pungutan biaya yang cukup mahal. Sesungguhnya sebagai lembaga pendidikan selalu kita harus menggunakan motto “Tiada Rotan Akarpun Jadi“. Dalam artian bukan ada biaya pungutan sekolah bisa jalan. Tetapi kita harus ingat bahwa, kehadiran lembaga pendidikan di manapun harus turut mengambil andil terdepan dalam mencerdaskan anak–anak bangsa lewat bangku pendidikan. Karena sudah cukup dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diberikan oleh pemerintah serta bantuan dana lain sudah cukup untuk kita lembaga pendidikan menjalan Kegiatan Belajar Mengajar(KBM), boleh kita pungut biaya, tetapi jangan terlalu mahal yang dapat mengakibatkan sorotan orang tua murid dan masyarakat terhadap dunia pendidikan. Dan untuk sekedar diketahui oleh semua pihak termasuk pemerintah Kabupaten Nabire bahwa dari beberapa tahun silam hingga saat ini di SMP dan TK hinggga SMA Satu Atap Napan di awal tahun pelajaran tidak melakukan pungutan biaya dalam bentuk apapun.  “Sebab kehadiran saya di Napan sebagai guru dan juga kepala sekolah  bukan untuk pungut biaya tetapi memberikan kemudahan kepada orang tua murid dan masyarakat luas untuk dapat menyekolahkan anak-anak mereka,” tuturnya. (des)