Pendidikan Merosot Imbas Covid
NABIRE – Semenjak bulan Februari tahun 2019, wabah Covid-19 telah melanda negeri ini. Imbasnya dapat dirasakan pada kehidupan dan akti
NABIRE – Semenjak bulan Februari tahun 2019, wabah Covid-19 telah melanda negeri ini. Imbasnya dapat dirasakan pada kehidupan dan aktifitas masayarakat, termasuk pada dunia pendidikan.
Di dunia pendidikan, imbasnya terasa sekali. Pada akhir tahun pelajaran telah terjadi kemerosotan nilai ujian akhir. Tadinya ada murid yang lulus dengan nilai murni 9,00 dan juga 8,8 kini mengalami kemerosotan nilai yang sangat jauh dari harapan.
Seperti dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd, pada akhir tahun pelajaran 2020/2021 telah terjadi nilai kemerosotan dari hasil keulusan dengan nilai tertinggi 4,63. Angka kemerosotan ini bukan saja terjadi pada dunia pendidikan di Kabupaten Nabire. Tetapi hampir rata-rata terjadi di Indonesia, bahkan hampir di seluruh dunia.
“Untuk mengembalikan nilai pendidikan hanya melalui belajar langsung di sekolah,” kata Yulianus Pasang kepada Papuapos Nabire, Selasa (6/4) di ruangan kerjanya.
Lebih lanjut dikatakan, berbagai macam cara belajar telah diambil oleh pemerintah. Mulai dari belajar dari rumah (daring), belajar melalui radio dan juga belajar online lewat HP. Tetapi semuanya belum terlihat membuahkan hasil yang memuaskan.
Tetapi yang didapat dari hasil ujian di akhir tahun pelajaran 2020/2021 lalu, justu nilainya sangat merosot jauh dari harapan. Sehingga solusinya yang terbaik hanya dengan cara Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka secara langsung di kelas.
Untuk itu Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan kepada seluruh orang tua murid dari satuan pendidikan SD, SMP, SMA dan SMK. Agar bersama–sama dengan pemerintah saling bahu membahu memberikan dukungan terhadap KBM tatap muka di semua satuan jenjang pendidikan. Karena kemerosotan nilai pada hasil kelulusan pada tahun pelajaran 2020/2021, sesungguhnya bukanlah hal yang disengaja. Tetapi dengan maraknya wabah virus Corona membuat dunia pendidikan mengalami kemunduran.
“Sehingga tugas kita untuk saat ini telah mengembalikan proses KBM secara langsung di sekolah. Diharapkan adanya dukungan orang tua murid untuk memberikan pengawasan agar anak juga tetap belajar di rumah,” tuturnya. (des)
Bagikan artikel ini



