NABIRE - Ketika Kabupaten Nabire dipimpin oleh Bupati Drs. Anselmus Petrus Youw dan wacana adanya pemekaran Provinsi Papua Tengah dengan ibu kota Nabire, pada saat itu pula telah disiapkan tanah untuk rencana ibukota dan pembangunan perkantoran.

Pada tahun 2003, dua tokoh Nabire, Yulian Jap Marey (alm) dan Didimus Waray (alm) telah sepakat dan menyiapkan lokasi tanah di seputar Kampung Nusantara Kimi lebih tepatnya di lokasi Telaga Mamay.

Kedua tokoh yang telah dipanggil Tuhan ini sepakat untuk melepaskan tanah seluas 350 hektar untuk pembangunan lokasi perkantoran gubernur dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainya. Tanah tersebut hingga saat ini masih ada.

Untuk melanjutkan cita–cita dan perjuangan kedua tokoh ini, Senin (6/2/23), anak dari Yulian Jap Marey (alm) yakni Petrus Semuel Jap Marey bersama anak tertua dari Didimus Waray (alm), Ori Hans Waray bersema unsur pimpinan Distrik Teluk Kimi, para kepala kampung se-Distrik Teluk Kimi dan para tokoh serta masyarakat, melakukan penancapan papan nama ibukota Provnsi Papua Tengah di Kampung Nusantara Kimi. Terlihat terpampang spanduk bertuliskan “Selamat datang Bapak John Wempi Wetipo, SH, MH Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Di Lokasi Rencana Pembangunan Perkantoran Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang telah Diserahkan Bapak Yulian Jap Marey Almarhum dan Bapak Didimus Waray Almarhum Seluas 350 HaDi Kampung Nusantara Kimi.”

Pada saat jumpa pers, Petrus Semuel Jap Marey didamping Ori Hans Waray menuturkan, pihaknya selaku anak dapat melanjutkan apa yang pernah dirintis oleh kedua orang tuanya. Sementara itu, tanah yang dilepas pada tahun 2003 itu seluas 350 hektar.

“Jika dulu orang tua kami membuat sejarah, maka sekarang kami selaku anak-anak tinggal melanjutkan sejarah itu. Karena kini sudah terhitung 20 tahun tanah 350 hektar tetap masih ada dan utuh seperti apa kata kedua tokoh ini di 20 tahun lalu,” ujarnya.

Lanjut dia, selaku anak-anak perintis hadirnya Provinsi Papua Tengah dan anak-anak negeri ingin pembangunan tetap berjalan dengan aman dan baik. Karena diharapkan kehadiran Provinsi Papua Tengah akan menjadi berkat bagi semua pihak.

Katanya, antara tanah lokasi pembangunan Kantor Gubernur Provinsi Papua Tengah yang ada di Kaladiri dan Kimi sudah ada, tinggal pemerintah yang pilih dan memustuskan dari dua lokasi ini. Perjuangan Provinsi Papua Tengan bukan hal baru, tetapi telah diperjuangkan semenjak Anselmus Petrus Youw menjadi Bupati Nabire.

“Dan selaku anak-anak dari Bapak Yulian Jap Marey (alm) bersama Bapak Didis Waray (alm) kami ingin membantu pemerintah untuk yang terbaik. Sekali lagi kami juga tidak ingin paksakan adanya lokasi pembangunan Kantor Guburnur Provinsi Papua Tengah,” ujarnya.

Pantauan media ini pada saat penancapan berdirinya papua nama lokasi pembangunan perkantoran ibukota Provinsi Papua Tengah, bukan saja mendapatkan dukungan dari masyarakat. Tetapi juga ada keterlibatan Pemerintah Distrik Teluk Kimi, melalui Kadistrik Kostantina Waray.

Turut hadir juga beberapa orang tokoh bersama tiga orang kepala kampung se-Distrik Teluk Kimi dan juga hadir Tim 58 Sadrak Yoweni bersama beberapa orang anggota TNI dan juga kepolisian yang turut hadir menyaksikan pencanangan papan tersebut. (des)