NABIRE - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire bersama instansi terkait melakukan pemusnahan dan penguburan pada 5 Agustus 2026 kemarin sebanyak 600 karung ayam beku yang rusak akibat gangguan pendingin kontainer selama pengiriman jalur laut.

Kepala DLH Kabupaten Nabire, Arfan Natan Palumpun, ST., MT., saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (6/8/2026), menjelaskan tindakan cepat ini diambil setelah pihaknya menerima laporan dari pihak pemasok terkait muatan yang mengalami kerusakan suhu di dalam perjalanan kapal.

“Begitu mendapat laporan, kami langsung berkoordinasi dengan Pihak Karantina, Pemilik/Supplier, Ekspedisi, Dinas Peternakan, Dinas Perikanan, TNI AL dan DLH untuk meninjau langsung dan menyiapkan lokasi pembuangan yang layak,” ujar Arfan.

Proses pemusnahan dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Karadiri dengan pengawasan ketat sesuai prosedur operasional standar (SOP) guna memastikan limbah daging tersebut tidak mencemari lingkungan atau disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sebelum ditimbun di dalam lubang berkedalaman sekitar enam meter, seluruh muatan ayam beku terlebih dahulu disemprot menggunakan cairan disinfektan khusus untuk mencegah timbulnya potensi penyakit dan dampak buruk bagi kesehatan warga sekitar.

“Pemusnahan ini dengan penyemprotan disinfektan dan pembakaran dalam lubang sebelum ditimbun kembali dengan tanah secara sempurna sesuai standar teknis penanganan limbah pangan,” tambahnya.

Pihak DLH Nabire memastikan bahwa seluruh rangkaian penanganan hingga penguburan 600 karung ayam rusak tersebut telah berjalan lancar dengan melibatkan unsur pengamanan aparat gabungan serta instansi teknis terkait di daerah. (sam)