JAYAPURA,- Pemerintah Provinsi Papua akan menunjuk setiap kampung satutenaga pendamping untuk 60 kampung Untuk lebih memaksimalkan danmengawal penggunaan dana program Gerakan Bangkit, Mandiri danSejahtera Harapan Seluruh Rakyat (Gerbangmas Hasrat Papua) padakabupaten/kota.  “Penunjukan tenaga pendamping tersebut sementara di godok. Dimanaminimal satu kampung satu tenaga pendamping untuk 60 kampung,” kataKepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Papua, MuhammadMusa’ad kepada wartawan di Swissbel Hotel Jayapura, Kamis (19/1/2017)kemarin.Dijelaskannya, tenaga pendaping tersebut disiapkan untuk tetap menjagakonsisten antara kabupaten dan provinsi. “Pandamping ini kita akantunjuk bukan hanya sebagai administrator atau pendamping,” ucapMusa’ad.Hal tersebut dilakukan setelah Tim Monitoring dan Evaluasi Papua telahmelakukan evaluasi terhadap penggunaan dana Gerbangmas, dari hasilevaluasi tersebut pada umumnya program Gerbangmas berjalan denganbaik. namun untuk lebih meningkatkan efektivitasnya, maka membutuhkanpendampingan. “Sehingga kita sudah merancang untuk kampung-kampunggerbangmas itu akan ada pendampingan pada setiap kampung,” terangnya.Sebelumnyua, Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP.MH menekankan bahwaprogram Gerbangmas Hasrat Papuapada tahun 2017 akan difokuskan padapeningkatan kualitas hidup Orang Asli Papua (OAP).“Fokus Pembangunan di tahun 2017 diarahkan untuk sebesar-besarnyaberdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Papua, khususnyaOrang Asli Papua. Kita akan fokuskan pada perwujudan GEMAS (GenerasiEmas Papua), perwujudan BERDAYA EKOMAS (Pemberdayaan EkonomiMasyarakat), serta  Perwujudan Pemenuhan Infrastruktur dan PrasaranaDasar,” ujarnya.Tahun 2016 capaian program Gerbangmas Hasrat Papua ada padapeningkatan beberapa sektor penting, seperti kesatahatan danpendidikan seperti peningkatan angka Harapan Hidup Penduduk Papuamenjadi 64.31, Demikian pula angka Kematian Bayi yang terus menurun.“Angka Kematian bayi di papua tahun 2015 hanya 45 kematian per 1.000kelahiran atau turun 13,9 persen dibandingkan Angka Kematian Bayitahun 2012,” tegas Enembe.Hal ini, lanjut Gubernur, mencerminkan meningkatnya pembangunankesehatan serta kulaitas hidup masyarakat Papua.Untuk sektor pendidikan, dalam pidato tersebut Gubernur Lukas Enembemenyampaikan bahwa hasil Susenas 2015  menunjukkan bahwa persentasependuduk umur 15 tahun ke atas yang melek huruf di Papua tahun 2015mencapai 70,83 persen. “Harapan Lama saekolah menjadi 9,95 tahun padatahun 2015 dibandingkan tahun 2013 sebesar 9,58 tahun; Rata-rata lamasekolah mencapai 5,99 tahun pad atahun 2015 lebih tinggi dibandingkantahun 2013 sebesar 5,74 tahun,”  ucap Enembe.