NABIRE - Mewujudkan investasi di bidang pendidikan bagi anak-anak di Ibu Kota Provinsi Papua Tengah, yakni Nabire, telah bersama-sama mengkonsep dan merancang Universitas Negeri Papua Tengah, menghimpun berbagai masukan dan menjangkau kepentingan dan menyusun rekomendasi strategis untuk tahapan pendirian universitas.

Dalam sambutannya, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, S.H, dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan, SDM dan Pengembangan Otsus Provinsi Papua Tengah, Ukkas, S.Sos, Kamis (31/7/25) mengatakan Pemprov Papua Tengah akan segera menindaklanjuti hal tersebut. Karena memang walaupun dalam keadaan moratorium, tapi untuk daerah 3T, pendirian universitas itu masih dibolehkan. Sepanjang menyangkut prodi. Ada Prodi yang diizinkan masuk dalam STEM. Science, Technology, Engineering dan Mathematics, itu diperbolehkan. 

Kita ini kan di Papua Tengah, masih masuk dalam daerah 3T. Apa itu 3T? Terdepan, Terluar dan Terbelakang. Tertinggal. Jadi memang wajar kalau kita masih ada pengecualian. Kecuali dengan daerah-daerah yang sudah maju di luar Papua. Masih dibatasi. Apalagi pengalihan dari swasta ke negeri itu masih dibatasi, katanya. 

Melalui kesempatan ini, Ukkas ingin memberi masukan mungkin juga pada bagian yang sudah dibahas dalam diskusi bahwa jurusan-jurusan nanti yang diakomodir, yang diusulkan yang sesuai dengan kondisi dan keadaan alam di tanah Papua. 

Pantauan Papuapos Nabire di lapangan kegiatan tersebut dihadiri perwakilan dari delapan kabupaten dan kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari di Gedung Ballrom Pemprov Papua Tengah.(rob)