NABIRE – Staf Ahli Gubernur Papua Tengah Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik (Staf III), Marthen Ukago, menyampaikan seruan penting dari Gubernur Papua Tengah kepada seluruh lapisan masyarakat. Dalam sambutannya di Gereja Maranatha pada Sabtu (06/06/2026), Marthen mengungkapkan bahwa melalui instruksi di media sosial, gubernur meminta seluruh warga Papua Tengah untuk menggelar aksi doa bersama secara serentak pada Minggu, 7 Juni 2026, mulai pukul 17.00 hingga 18.00 WIT.

Marthen Ukago mengaku sangat mengapresiasi langkah cepat dan tanggap yang diambil oleh kepala daerah tersebut. Menurutnya, ini adalah momen langka di mana seorang pemimpin daerah memanfaatkan media sosial secara langsung demi menyampaikan perkara yang sangat krusial bagi keselamatan dan kedamaian wilayahnya. Langkah ini dinilai sebagai wujud kepedulian mendalam seorang pemimpin terhadap situasi terkini di tengah masyarakat.

Merespons instruksi mendesak tersebut, Marthen memanfaatkan mimbar gereja untuk meminta kerja sama dari para tokoh agama. Ia mengimbau Ketua Klasis Nabire dan Ketua Klasis Nabire Barat agar segera menyebarkan surat pemberitahuan kepada seluruh jemaat. Tujuannya agar tepat pada hari Minggu petang, seluruh umat dapat menyatukan hati dan melangsungkan doa bersama demi memohon pemulihan di tanah Papua Tengah.

Langkah spiritual ini diambil karena disadari bahwa kondisi keamanan dan ketertiban di Papua Tengah saat ini sedang tidak baik-baik saja. Marthen menjelaskan pemerintah daerah mulai dari gubernur, wakil gubernur hingga jajaran eksekutif, legislatif dan yudikatif—telah mengupayakan berbagai langkah pendekatan formal. Kendati demikian, gubernur merasa bahwa kekuatan manusiawi saja tidak cukup, sehingga diperlukan intervensi kekuatan dari Tuhan yang Maha Kuasa.

Lebih lanjut, Marthen membeberkan pesan serupa sebenarnya sudah pernah ditekankan sebelumnya oleh jajaran pimpinan daerah. Pemerintah menilai, untuk mengatasi persoalan pelik di daerah ini, masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan doa yang biasa-biasa saja. Diperlukan gerakan spiritual yang lebih mendalam, seperti doa, puasa, puji-pujian serta penyembahan yang tulus demi memulihkan kondisi Papua Tengah secara khusus dan tanah Papua pada umumnya.

Mengakhiri sambutannya, Staf Ahli Gubernur Papua Tengah ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan gerakan iman tersebut secara serentak dan penuh tanggung jawab. 

“Mari kita laksanakan pesan beliau ini sama-sama. Kalau Papua Tengah damai dan sejahtera, berarti itu adalah berkat dan hasil daripada doa bapak dan ibu sekalian. Demikian yang dapat kami titipkan melalui kesempatan ini,” pungas Marthen Ukago menutup arahannya.(sam)