Pemprov Papua Tengah Perkuat Pengendalian Inflasi

NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperkuat upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mengendalikan laju inflasi di wilayahnya. Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Kamis (9/7/2026), pemerintah membahas berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi gejolak harga pangan dan memastikan distribusi logistik berjalan lancar di delapan kabupaten.
Rakor dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG., M.H.Kes, serta dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Badan Pusat Statistik (BPS) dan unsur terkait dalam pengendalian inflasi daerah.

Dalam sambutannya, Silwanus Sumule menjelaskan bahwa pemerintah pusat secara rutin memantau perkembangan inflasi di seluruh Indonesia melalui rapat koordinasi virtual yang dilaksanakan setiap Senin dan Selasa. Melalui pemantauan tersebut, setiap daerah dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memicu kenaikan inflasi sehingga dapat segera diambil langkah penanganan.
"Inflasi biasanya dipengaruhi oleh ketidakseimbangan antara produksi dan konsumsi atau supply and demand. Karena itu kita harus mengetahui secara pasti bagaimana kondisi di Papua Tengah agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran," ujarnya.
Menurut Silwanus, hingga saat ini terdapat dua daerah yang menjadi basis pengumpulan data inflasi di Papua Tengah, yakni Kabupaten Nabire dan Kabupaten Mimika. Data tersebut menjadi acuan penting dalam membaca pergerakan harga berbagai komoditas strategis di wilayah Papua Tengah.
"Data dari Nabire dan Mimika menjadi dasar analisis kita. Hari ini juga BPS akan memberikan masukan sehingga kita memiliki gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi inflasi di Papua Tengah," katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan pelaku usaha, termasuk asosiasi peternak ayam petelur dan sektor distribusi pangan lainnya, dalam memberikan informasi mengenai perkembangan harga di lapangan. Dengan demikian, pemerintah dapat memantau perubahan harga secara cepat sekaligus menyiapkan langkah antisipatif apabila terjadi lonjakan.
Rakor TPID tersebut turut membahas evaluasi harga sejumlah komoditas strategis, kelancaran distribusi logistik, serta penguatan koordinasi antarinstansi guna menjaga pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia di seluruh wilayah Papua Tengah.

Melalui koordinasi yang berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga, daya beli masyarakat dapat dipertahankan, serta pertumbuhan ekonomi daerah tetap berjalan positif di tengah berbagai tantangan distribusi dan kondisi geografis Papua Tengah. (rob)
Bagikan artikel ini



