NABIRE - Dalam memperkuat kinerja birokrasi dan pengelolaan dana Otonomi Khusus (Otsus), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, Senin (27/4/26), menggelar apel gabungan ASN di hari puncak Otsus ke-30 tahun 2026.

Meskipun perayaan puncak Otsus Papua ke-30 secara resmi terpusat pada 21 November setiap tahunnya, Pemprov Papua Tengah pada April 2026 fokus pada peningkatan layanan publik dan penanganan konflik serta pengelolaan dana Otsus tahun 2026.

Dalam sambutan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., dibacakan Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, Herman Kayame, S.T., M.T, mengatakan peringatan Hari Otonomi Daerah (HOD) merupakan momentum bagi kita semua untuk memperkokoh komitmen dan peran kita dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan otonomi daerah adalah instrumen dalam mempercepat pemerataan pembangunan, pelayanan publik serta memperkuat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh tanah air. “Dengan Otda kita wujudkan Asta Cita,” ujar Kayame. 

Ditambahkannya, makna yang melambangkan kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal, untuk secara bersama-sama mewujudkan Asta Cita yang merepresentasikan harapan bangsa Indonesia dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Karena tanpa koordinasi yang baik, tujuan besar tersebut tidak akan dapat tercapai secara optimal,” katanya. 

Oleh karena itu, sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam keberhasilan pembangunan nasional.(rob/humPemprov)