Pemotongan Pita Menandakan Peresmian Sentra Layanan Universitas Terpadu Nabire

NABIRE – Peresmian Sentra Layanan Universitas Terpadu (SALUT) Nabire, yang berlokasi di Jl. Ampera atau Auri, Karang Tumaritis Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada Kamis (18/9/2025) berlangsung dengan penuh khidmat dan suka cita, dalam peresmian tersebut juga terdapat pemotongan pita dan potong tumpeng bersama untuk menandakan Peresmian Kantor SALUT Nabire.
Dikatakan Direktur Universitas Terbuka (UT) Jayapura, Fajar Rahmadani, S.Kom., M.M. Universitas Terbuka (UT) adalah universitas Perguruan tinggi Negeri, dengan akreditasi A. Dengan Adanya Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) masyarakat tidak perlu bingung lagi untuk mencari kampus.

”Cukup berada di kabupaten atau kota, tempat domisili calon mahasiswa kita bisa berkualiah,” ujar Fajar Rahmadani ketika membacakan sambutan pada peresmian Salut Nabire yang berlokasi di Jl. Ampera/Auri, Karang Tumaritis Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada Kamis (18/9/2025).
Ia menekankan di Provinsi Papua Tengah sudah ada Salut, diantaranya. Nabire, Mimika, dan Puncak Jaya.
Jumlah mahasiswa untuk Salut Nabire dan terlebih khusus di Papua Tengah, Nabire ada 970, Mimika ada 1.030, puncak Jaya ada 150-200 mahasiswa. Dari 3 kabupaten yang ada tersebut telah mewakili minat belajar masyarakat di papua Tengah.
”Saya menyampaikan terimakasih dan apresiasi setulus-tulusnya kepada pemerintah provinsi Papua dan kabupaten Nabire, karena telah memberikan kami peluang untuk melebarkan saya Universitas Terbuka,” katanya.
Disisi lain, Kepala Sentra Layanan Universitas Terbuka (Salut) Nabire Ishak Dharmawan mengatakan, Universitas Terbuka (UT) sendiri sebagai Perguruan tinggi sudah berdiri sejak 4 November 1984 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto lalu kemudian hadir di Nabire sejak 1987.
”Saat ini sesuai dengan petunjuk dari Direktur dan peraturan rektor bawasannya setiap Pokjar harus bertransformasi menjadi Saut,” katanya.
Ia menambahkan untuk jumlah mahasiswa UT Nabire dari semester 1 sampai semester akhir kurang lebih 970 mahasiswa yang aktif. Di UT sendiri ada masa aktif dan non aktif, karena di UT tidak ada sistem Drop Out (DO).
”Mahasiswa baru untuk semester ini alhamdulillah ada 230 mahasiswa dari berbagai program studi, dan ini meningkat dari tahun ke tahun, semester lalu sekitar 150, dan semester ini 230 dan ini merupakan peningkatan yang signifikan,” katanya.

Izak juga ucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah dalam hal ini Provinsi dan kabupaten yang sampai saat ini sangat membantu dalam meningkatkan pendidikan tinggi di tanah Papua, khususnya di Provinsi Papua Tengah.
”Kami memohon dukungannya juga semoga UT bisa menjangkau anak bangsa di pelosok Papua Tengah, sehingga dengan biaya yang terjangkau anak-anak kita tetap bisa melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus keluar daerah,” ucapnya. (edi)
Bagikan artikel ini



