Pemkot Klaim Perlakuan Sama Diberikan Kepada Semua Satuan Pendidikan
Jayapura,- Wali Kota Jayapura, Drs. Benhur Tommy Mano, MM mengklaim Pemerintah Kota Jayapura memperlakukan sama semua tingkat pendidikan yang ada mulai TK, SD, SMP, MTs, SMA/SMK serta Perguruang Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS), hal itu karena pendid
Bagikan
Jayapura,- Wali Kota Jayapura, Drs. Benhur Tommy Mano, MM mengklaim Pemerintah Kota Jayapura memperlakukan sama semua tingkat pendidikan yang ada mulai TK, SD, SMP, MTs, SMA/SMK serta Perguruang Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS), hal itu karena pendidikan di Kota Jayapura merupakan program yang prioritas.
“Dalam pendidikan ini yang saya katakan sebagai vaksin, sebab orang yang tidak bisa membaca menjadi bisa menbaca sekaligus pendidikan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah Kota Jayapura,”ujar Wali Kota usai menjadi Inspektur Upacara dalam Hari Pendidikan Nasional ( Hardiknas ), Jumat (2/5). Menurutnya, khusus untuk pendidikan 30 persen dana diambil dari DPA Kota Jayapura, terutama sertifikasi para guru, seperti pelatihan-pelatihan guru, insentif bagi guru yang bertugas di wilayah perbatasan RI-PNG, pendidikan bagi guru S1, S2 dan S3 serta pengembangan sarana dan prasarana pendidikan di semua jenjang, serta pendidikan wajib belajar sembilan tahun dan sekolah berpola asrama. Terkait dengan pola asrama, kata Wali Kota, karena banyak masyarakat Kota Jayapura yang belum mampu untuk membiayai pendidikan.“ Semua ini kami lakukan semata-mata untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Kota Jayapura, dan juga ada bantuan dari komite sekolah dan orang tua murid yang ada di setiap jenjang pendidikan di Kota Jayapuran,” katanya. Walaupun terus mendorong dan sudah terjadi perubahan di sektor pendidikan sebut saja sekolah adiwiyata, namun Wali Kota mengakui belum puas dengan apa yang diperoleh.Menurutnya harus ada lagi inovasi – inovasi baru yang muncul dari sekolah – sekolah. ” Saya ingin guru-guru ada inovasi-inovasi baru, yaitu bukan saja mereka mengejar kelulusan tapi ada produk baru yang mereka hasilkan, karena SMK bisa mengurangi angka pengangguran di Kota Jayapura,” katanya.Menanggapi kepuasan Wali Kota tentang pendidikan di Kota Jayapura, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Robert J. Betaubun, S. Pd, MM mengatakan untuk merubah perubahan membutuhkan proses dan proses itu sementara oleh pihaknya dilakukan, ia meyakini pada waktu yang tepat pasti perubahan peradaban itu akan muncul sendirinya. Menurut Robert, salah satu rekayasa yang sudah dilakukan oleh pihaknya adalah bekerjasama dengan agen – agen industri yang ada di Papua untuk bersama – sama merekayasa kurikulumnya.” Honda itu harus punya kurikulum yang harus kerjasama dengan SMK sehingga ketika anak – anak itu tamat, bisa menciptakan peluang kerja sendiri tanpa bergantung kepada pihak pemerintah,” katanya. Robert menambahkan, agar terwujudnya inovasi maka harus dibarengi dengan dukungan prasarana dan sarana pendukung.“ Misalnya di SMK Negeri 3 menghendaki untuk melakukan inovasi tentang mobil dan sudah melakukan komunikasi lewat Toyota, tapi sekarang kembali kepada sparepart serta bahan – bahan suku cadangnya, itu yang sementara dipacu untuk bagaimana penyediaannya karena membutuhkan modal yang cukup besar,” tandas Robert.Laporan : Sari
Bagikan artikel ini



