Pemkab Paniai Harus Benahi Mitigasi Bencana
PANIAI – Bukit Dupiya adalah salah satu bukit yang terletak di ujung lapangan Karel Gobai dan bukit yang terbentuk di sepanjang
PANIAI – Bukit Dupiya adalah salah satu bukit yang terletak di ujung lapangan Karel Gobai dan bukit yang terbentuk di sepanjang belakang bandar udara Enarotali Paniai.
Bukit itu terbentuk oleh batu gaming selang-seling tanah liat.
Namun bukit Dupiya selama ini selalu menjadi tempat pengambilan bahan material untuk pembangunan rumah, jalan bahkan termasuk bandaranya.
Ironisnya walau selalu dikeruk materialnya, namun pembangunan rumah warga dan PNS diatas bukit itu tetap dilaksanakan tanpa melihat potensi bencana yang akan terjadi.
Selama ini bukit-bukit yang ada di Enarotali dan Madi tidak pernah dilindungi oleh pihak terkait untuk mencegah terjadinya longsor.
Longsor yang terjadi selasa (28/07) di bukit tersebut, menewaskan empat orang warga.
Menurut relawan longsor itu terjadi karena hujan terus-menerus dan memang kawasan yang terjadi itu dulunya tertutup pohon dan hutan lebat tetapi oleh karena pembangunan perumahan pegawai negeri dan pedagang maka berubah menjadi daerah rawan longsor.
Kabupaten Paniai merupakan daerah yang termasuk kawasan rentan terjadinya bencana banjir dan longsor.
Hal itu seharusnya sudah menjadi perhatian pihak pemerintah daerah untuk diantisipasi.
Empat nyawa sudah melayang akibat longsor.
Jangan ada lagi nyawa lain yang melayang akibat kurangnya perhatian dan antisipasi pemerintah serta perlindungan terhadap sumber daya alam yang ada di Paniai.
Jadikan bencana longsor 28 Juli 2020 sebagai peringatan bagi pemerintah daerah untuk lebih serius dalam pencegahan dan penangangan bencana khususnya longsor di kabupaten Paniai.
Tinggi Cura Hujan Sebabkan Longsor Empat orang warga ditemukan tak bernyawa dalam rumah setelah terimpa bencana tanah longsor di Kampung Dupiyapugaida, Distrik Paniai Timur Kabupaten Paniai Provinsi Papua, Selasa (28/07/20).
Kejadian naas itu disebabkan karena akumulasi dari curah hujan yang cukub tinggi berturut menghuyur Enarotali ibu kota Kabupaten Paniai hingga selasa (28/07/20) subuh.
Seperti seorang saksi, Oktopia You yang rumahnya tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) melalui via telepon selulernya, Selasa (28/07/20) mengaku beberapa hari di Paniai curah hujannya cukup tingggi sehingga sekitar 02.30 pagi terjadi longsor sementara warga sedang beristirahat dalam rumah.
Dua rumah yang sebagiannya tertimbun longsor, namun korban jiwa dan kerungian harta benda saya tidak mengetahui persis namun orang pada cerita ada yang tertimbun dalam rumah,terang Okto.
Dikatakan Okto, saat ini personil Koramil 1705-02 Enarotali, BNPBD Kabupaten Paniai dan warga setempat sedang bergotong royong mencari korban bencana tanah longsor tersebut.
Sementara itu, Danramil 1705-02 Enarotali, Mayor Cba Marina Rumawak seperti dilangsir tifacedrawasih.com, Selasa (28/07/20) mengatakan, Ia bersama seluruh personilnya tepat pukul 05.30 wit sudah berada di TKP membantu BNPBD dan warga untuk mencari dan evakuasi korban.
Rumawak mengaku, dalam pencarian telah menemukan empat korban yang tak bernyawa, tiga korban dalam satu rumah sedangkan satu korban berada di rumah yang berbeda.
Sampai saat ini sudah ditemukan empat korban tanah longsor dalam kondisi sudah meninggal dunai.
tiga dalam serumah sedangkan satu korbanya di rumah yang berbeda.
Semuanya masyarakat Papua,terang Rumawak.
Untuk diketehui, empat jenasah korban tanah longsor sudah dievakuasi di RSUD Madi Kabupaten Paniai.
Namun hingga berita ini ditunkan belum sempat konfirmasi ke pihak Kepolisian Polres Paniai dan BNPBD Kab Paniai, lantaran tak mengetahui nomor ponsel yang bisa di hubungi wartawan. (eby/ist)
Bagikan artikel ini



