NABIRE - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire melalui Dinas Pendidikan akan membangun asrama bagi pelajar dan mahasiswa lokal Nabire asal luar dari beberapa distrik jauh dan terpencil. Asrama tersebut untuk menampung pelajar dan mahasiswa asal luar kota seperti dari Distrik Wapoga, Teluk Umar, Yaur, Dipa, Menou, dan Siriwo. Asrama bagi pelajar lokal dari daerah terpencil ini akan dibangun secara bertahap.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Viktor Tebay saat dikonfirmasi tentang pembangunan asrama di Jayapura yang viral mengatakan, pembangunan asrama tidak hanya khusus pelajar mahasiswa di kota studi Jayapura. Tetapi, Bupati Nabire, Mesak Magai berencana membangun asrma bagi pelajar asal luar khususnya dari distrik terpencil untuk menampung mereka lewat asrama agar ada tempat bagi mereka selama mengikuti pendidikan di kota Nabire.

Oleh sebab itu, Viktor menambahkan, melalui dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua, Dinas Pendidikan Kabupaten akan membangun asrama pelajar khusus lokal asal Kabupaten Nabire. Asrama pelajar lokal yang dimaksud, satu unit asrama di kota untuk pelajar dari tiga distrik bagian gunung dan dua asrama bagi anak-anak dari kepulauan dan pesisir, satu di wilayah Barat dan satu untuk wilayah Timur.

Bupati Nabire, Mesak Magai, saat pembahasan akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Nabire tahun 2021-2026 di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nabire, medio pekan lalu mengatakan, sedang menampung 8 siswa dari suku Ause, suku yang sangat terisolir di Kabupaten untuk dibina dan disekolahkan. Delapann murid sedang ditampung dengan harapan akan ada asrama anak-anak Ause sebagai tempat binaan dan pendidikan bagi anak-anak dari suku yang terisolir selama ini.

Ketika dikonfirmasi tentang pembangunan asrama pelajar lokal Nabire, Senin (24/4), Viktor mengatakan akan disesuaikan dengan dana dan waktu pekerjaan pembangunan asrama pelajar mahasiswa di Jayapura dan Nabire.

Menyingung anak-anak Ause, Viktor menyebut sebelum dikabarkan 10 anak tetapi orang tua di sana hanya mau serahkan 8 anak untuk dibina keluar. Karena itu, memang dibutuhkan tempat binaan bgi anak-anak sari Ause berupa asrama sehingga anak-anak dari daerah sangat terisolir ini dibina dan punya kesempatan mengikuti pendidikan formal di sekolah. (ans)