SUGAPA – Sepanjang tahun 2025, berbagai upaya pembangunan di Kabupaten Intan Jaya mulai menunjukkan hasil positif. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan ekonomi meningkat dari 1,73% menjadi 2,32%, tingkat kemiskinan menurun dari 41,42% menjadi 39,21%, rasio gini membaik, mencerminkan pemerataan yang lebih baik, indeks pembangunan manusia meningkat dari 50,92 menjadi 51,56. 

Demikian sambutan tertulis Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, S.Kom., SH., MH, yang dibacakan oleh Wakil Bupati Intan Jaya, Elias Igapa, SE, saat pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangun Daerah (Musrenbang) Tahun 2026 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Intan Jaya tahun anggaran 2027, Selasa (31/3/26) kemarin.

Selain itu, katanya, kerja keras bersama juga mendapat pengakuan di tingkat nasional melalui berbagai penghargaan. Antara lain award dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia bekerja sama dengan tempo.co, dalam kategori kinerja akselerasi pelaksanaan program strategis nasional-sektor penanggulangan kemiskinan (fiskal rendah), “best innovative figure regent 2025” penghargaan bergengsi dalam ajang Indonesia Future Figure Awards 2025 yang digelar oleh The One Magazine, Future Figure Awards (IFFA) 2025 dalam kategori “best leader figure regent 2025” sebagai kepala daerah peduli layanan publik dan keterbukaan informasi tahun 2025”. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Disamping capaian kinerja itu, di tahun 2025 juga telah mempu meningkatkan pelayanan kesehatan dengan diraihnya akreditasi RSUD, Puskesmas Sugapa, Sugapa Terang dari 6 jam ke 12 jam dan kondisi keamanan daerah yang semakin stabil.

“Capaian ini tentu menjadi modal penting, namun sekaligus pengingat bahwa masih banyak tantangan yang harus kita selesaikan. Khususnya dalam peningkatan kualitas layanan dasar, pengurangan pengangguran, dan penguatan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut disampaikan, Tema pembangunan Kabupaten Intan Jaya tahun 2027 adalah “transformasi peningkatan kualitas layanan dasar, produktivitas daerah dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif”. Tema ini menegaskan arah kebijakan, yaitu peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial; penguatan ekonomi lokal berbasis potensi daerah; pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah; penurunan kemiskinan, stunting, dan pengangguran; serta penguatan tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel. 

Namun perlu disadari bersama, keterbatasan fiskal daerah menuntut untuk berani menetapkan prioritas yang benar-benar berdampak luas bagi masyarakat.

“Saya menekankan beberapa hal penting yaitu perencanaan harus berbasis data dan fakta; program harus realistis dan terukur; harus ada sinkronisasi antara usulan distrik, pokok pikiran dprk, dan program perangkat daerah; fokus pada hasil (outcome), bukan sekadar kegiatan (output). Pembangunan harus menempatkan masyarakat sebagai pusatnya. Saya mengajak seluruh perangkat daerah untuk meninggalkan ego sektoral dan memperkuat sinergi demi kepentingan bersama,” tuturnya.

Dirinya berharap Musrenbang ini mampu menghasilkan RKPD tahun 2027 yang tepat sasaran, terintegrasi dengan kebijakan pusat dan provinsi, serta benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Intan Jaya. (ros/Humas Setda Intan Jaya)