Pemkab Dogiyai Lupa Puskesmas Terbakar Karena Kerja Khusus
NABIRE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai dinilai selama ini melupakan pembangunan kembali Puskesmas Modio yang terbakar beberapa
Bagikan
NABIRE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai dinilai selama ini melupakan pembangunan kembali Puskesmas Modio yang terbakar beberapa waktu lalu dan lebih memperhatikan pembangunan fisik Rumah Sakit dan Puskemas di tempat lain, sekitar lembah karena bekerja untuk khusus. Tetapi, jika Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai bekerja prima, perhatian pembangunan akan merata dan memprioritaskan pembangunan kembali fasilitas Puskesmas yang telah terbakar lama.Penilaian tersebut disampaikan Ketua Komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai, Yusak Ernest Tebay, medio pekan ini di Nabire mengoreksi pelayanan pemerintah khususnya pelayanan bidang kesehatan.Yusak Tebay menilai setiap orang/pejabat bekerja dengan motivasi kerja untuk khusus, semua perhatian program dan pembangunan hanya akan mementingkan kekhususan tersebut. Beda dengan pola kerja prima, akan mengutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan segala-galanya.Tebay mencontoh, sendainya Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai bekerja prima, tentunya pembangunan kembali Puskesmas Modio yang terbakar menjadi prioritas didalam program Dinas Kesehatan. Namun, karena Dinas Kesehatan bekerja khusus maka tidak menjadikan perbaikan Puskesmas yang terbakar sebagai program prioritas dan Dinas Kesehatan hanya mementingkan pembangunan rumah sakit Dogiyai dan Puskesmas lain di Lembah Kamu.Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Dogiyai ini menyatakan sangat prihatin dengan kondisi rumah sakit Dogiyai. Sebab, rumah sakit kebanggan masyarakat di Kabupaten Dogiyai ini isinya kosong, tidak ada alat-alat kesehatan didalamnya. Padahal, selama beberapa tahun terakhir ini, pemerintah daerah bersama DPRD menganggarkan dana untuk belanja Alat Kesehatan (Alkes) untuk Rumah Sakit Dogiyai. Tetapi kenyataannya, jangankan alat kesehatan, orang yang berobat dengan keluhan luka saja dirujuk ke Rumah Sakit Daerah di Enarotali dan ke Rumah Sakit Nabire.Selain itu, Tebay juga menilai tidak dimanfaatkan secara maksimal dengan membagi pelayanan dua mobil jenasah. Menurutnya, kawasan Mapia dan Kamu juga merupakan gaya kepemimpinan kusus. Karena khusus, dua kendaraan tersebut hanya melayani masyarakat lembah, belum ke daerah Mapia - Piyaiye. Padahal dua kendaraan tersebut diberikan untuk melayani seluruh masyarakat di Kabupaten Dogiyai, tidak dikhususnya untuk sekitar Lembah Kamu.(ans)
Bagikan artikel ini


