DOGIYAI – Pemerintah Kabupaten Dogiyai ada kegagalan berdayakan generasi muda Dogiyai. Generasi muda yang juga harapan masa depan bagi Dogiyai yang harusnya dibekali dengan berbagai ketrampilan itu dibiarkan begitu saja. Tidak ada pekerjaan yang disediakan bagi mereka. Sehingga, banyak anak muda Dogiyai yang terjun ke hal-hal yang merugikan banyak pihak.Hal itu dikatakan, Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Ketenagakerjaan Dogiyai, Willem Kegiye, belum lama ini kepada wartawan di Moanemani, Dogiyai. “Banyak anak muda Dogiyai gagal diberdayakan oleh pemerintah,” katanya. Pemkab Dogiyai tidak menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda. Akibat tidak adanya pekerjaan, sebagian besar generasi muda itu lakukan berbagai tindakan yang merugikan banyak orang. Konsumsi minuman keras dan palang jalan umum dijadikan tempat pelarian dari anak-anak muda.“Kami jumpai mereka (generasi muda) lakukan tindakan-tindakan merugikan banyak pihak,” jelasnya.Tindakan yang dilakukan anak-anak muda itu dianggap makar dan merugikan bagi pemerintah oleh TNI/Polri dan Pemerintah. Kata Kegiye, sebenarnya mereka cari makan dan cari pekerjaan yang layak bagi mereka.“Ya, tidak ada pekerjaan layak untuk mereka jadi terpaksa mereka lakukan palang jalan sebagai pelampiasan mereka. Hal itu mereka jadikan sebagai tempat cari uang,” urainya.Kata dia, di Dogiyai sudah terjadi beberapa kasus ketika anak-anak muda palang jalan, TNI/Polri sempat menembak. “Bagi saya, hal itu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) murni,” ujarnya.Harusnya, lanjut Kegiye, siapapun termasuk TNI/Polri, lihat anak-anak muda palang jalan, bukannya tembak tapi tangkap mereka lalu bawa ke bupati. Bagi anak-anak muda yang palang jalan, harusnya ditanya kepada mereka, mengapa jalan umum kok dipalang. Pasti ada alasananya. Untuk kedepan, saran Kegiye, berdayakan anak muda dengan berbagai cara. Salah satunya, berikan anak-anak muda itu motor. Agar, mereka bisa ojek-ojek dan jadikan tempat penghasil uang.Gagal diberdayakan generasi muda dibenarkan lagi Sekertaris Kampung Dikitouwo, Damianus Tebai. Ia mengakui banyak anak muda sudah terjerumus pada dunia gelap. Sudah ratusan anak muda yang mati sia-sia tanpa diberdayakan oleh pemerintah.Kedepan, ia meminta pemerintah harus berani ciptakan lapangan kerja. Dengan adanya lapangan kerja, anak muda Dogiyai bisa diberdayakan. “Sehingga, anak-anak muda yang masih ada ini, bisa menjadi harapan bagi Dogiyai kedepan,” ujarnya. (ris)