NABIRE – Pemerintah Kabupaten Dogiyai diminta untuk segera klarifikasi atas nama-nama sekolah siluman yang dipublikasi lewat pengumuman Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kepada masyarakat.

Karena ini merupakan pembohongan publik yang dilakukan oleh pemerintah kepada masyarakat di daerah ini.

Hal ini disampaikan mantan Ketua (PAW) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai periode 2009-2014, Yeheskiel Anou saat dimintai tanggapannya atas nama-nama sekolah siluman dan abu-abu yang ditemukan dalam pengumuman CPNS 2018 Kabupaten Dogiyai, Kamis (6/8).

Yeheskiel Anouw mengatakan, nama-nama sekolah itukan sudah dipublikasikan melalui pengumuman kelulusan CPNS Kabupaten Dogiyai.

Karena nama-nama sekolah sudah diumumkan melalui pengumuman hasil seleksi CPNS, pemerintah diminta untuk mengklarifikasi, ada apa dibalik itu.

Ia menambahkan, pemerintah tidak bisa membiarkan hal itu begitu saja, karena masyarakat (publik) sudah tau dan ramai diperbincangkan dengan munculnya nama-nama sekolah negeri di kampung yang tidak ada sekolah negeri.

Oleh sebab itu, pemerintah bersama tim seleksi daerah dan Dinas Pendidian Kabupaten Dogiyai berkewajiban untuk mengklarifikasi kepada publik karena sudah diumumkan kepada publik.

Mantan anggota legislatif dua periode dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Dogiyai ini menambahkan, pemerintah diminta menjelaskan kepada publik atas temuan nama-nama sekolah siluman yang diumumkan dalam pengumuman CPNS formasi 2018 Kabupaten Dogiyai.

Anouw menambahkan, munculnya nama-nama sekolah negeri di kampung yang tidak pernah ada sekolah negeri tidak hanya di lima distrik wilayah Mapia, tetapi juga terjadi di wilayah Kamuu.

Masyarakat di Lembah Kamuu juga sedang ramai lewat media sosial.

Bupati Dogiyai, Yakubus Dumupa saat hendak dikonfirmasi lewat teleponnya, Kamis (6/8) malam, terdengar suara, “He, he, he,” lalu handphonenya tertutup.

Saat menghubungi kembali Bupati Dogiyai, tidak ada jawaban, walaupun ada nada dering tanda masuk di handphonenya.(ans)