DEIYAI - Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas PUPR akan membangun jalan dua jalur di ibukota Kabupaten Deiyai, di Waghete. Terkait rencana itu, Bupati Deiyai, Melkianus Mote, didampingi Wakil Bupati, Ayup Pigome, Kepala Dinas PUPR, kontraktor melakukan peninjauan lokasi, belum lama ini.

Rencana pembangunan jalan yang akan berstatus sebagai jalan nasional, akan berfokus pada pembangunan jalan dua jalur. Pembangunan akan dimulai dari Tigido, tembus di Waghete 2, lanjut sampai di Bandara Waghete.  

Program pembangunan jalan dua jalur merupakan salah satu program menata wajah kota yang rapi, indah dan menarik bagi tamu. Selain itu, sebagai salah satu solusi menekan angka kecelakaan lalu lintas. Mengingat semakin meningkatkan kepadatan kendaraan roda dua maupun roda empat, untuk kedepannya.

"Kami akan bangun jalan dua jalur di wilayah Waghete dan sekitarnya. Kita mulai dari Tigido tembus di Bandara, lewat Waghete 2 sebagai jalan nasional," kata Bupati Melkianus Mote, pada tanggal 15 September 2025 lalu.

Pembangunan jalan pelebaran dua jalur, kata bupati, desain jalannya diserahkan kepada Satuan Kerja (Satker) Jalan, Jembatan Nasional. Satker yang akan tanangani, baik dalam pengukuran badan jalan maupun dalam proses lainnya. Satker ini penangung jawab jalan nasional. Sepenuhnya akan diserahkan, namun tidak akan dilanjuti Satker Deiyai.

Dalam proses pemantuan dan pengukuran badan jalan, Bupati Deiyai juga menyempatkan diri berdialog dengan warga yang rumahnya dekat jalan yang akan dibangun, juga warga pemilik pondok-pondok jualan, sekolah, dan Puskesmas.

Saat berdialog, bupati meminta pemilik pondok-podok di pinggir jalan, sebelum memulai pembangunan, dibongkar dan dikosongkan untuk bisa mencari tempat lain.

"Kita ingin supaya dalam proses pembangunan jalan dua jalur ini dapat lancar tidak ada masalah. Agar akses jalan dua jalur ini bisa terjawab salah satu kebutuhan masyarakat dalam akses jalan raya bagi masyarakat Deiyai," katanya.

Kabupaten Deiyai, terletak di tengah-tengah dari beberapa kabupaten, diantaranya Kabupaten Timika, Intan Jaya, Paniai, dan Dogiyai. Sehingga, sangat stategis untuk mengembangkan tranportasi udara, pengembangan terminal transit umum angkutan darat. Sehingga menata Kota Deiyai dengan baik, sehingga akses pembamgunan jalan dua jalur ini bagian dari menata kota. Supaya Deiyai ini indah dipandang, maka seriusi perhatian dalam penata kota, menjaga lingkungan yang bersih, dan bentuk penataan kota lainnya.

Bupati Melkianus Mote, mengharapkan dukungan, kerjasama, dan pastisipasi dari pihak terkait, terutama warga Deiyai. Agar proses pembangunan jalan dua jalur maupun proses pembamgunan penataan kota dapat terselesaikan dengan baik dan lancar. (hbb)