Pemilihan Kepala Kerukunan Jawa Sunda Madura Nabire Ditargetkan Tuntas Akhir Bulan Depan

NABIRE - Himpunan Kerukunan Jawa Sunda Madura (HKJSM) Kabupaten Nabire bergerak cepat menyiapkan pemilihan kepengurusan baru di tingkat kabupaten dan provinsi. Proses pemilihan yang diinstruksikan oleh Gubernur Papua Tengah ini ditargetkan selesai pada akhir bulan depan, memastikan adanya nahkoda baru kerukunan yang kuat dan representatif.
Target waktu yang terbilang singkat ini merupakan tindak lanjut dari arahan gubernur yang menghendaki adanya figur 'kepala suku' dari komunitas non-Papua. "Jawa, Sunda, Madura ini kan tidak ada kepala suku, jadi kita memilih kerukunan sekaligus itu sebagai kepala suku," jelas Ketua Panitia HKJSM, Agus Suprayitno, S.Sos., MH, saat diwawancarai awak media di gedung Padepokan Pencak Silat, Jalan Wadio, Sabtu (25/10/2025).
Menurut Agus Suprayitno, pemilihan ini memiliki arti ganda: memilih kepengurusan himpunan kerukunan sekaligus menunjuk perwakilan komunitas yang diakui sebagai ‘kepala suku’ untuk mewakili suara etnis mereka di tingkat daerah. Proses ini sangat krusial mengingat peran kerukunan sebagai jembatan silaturahmi dan kontributor pembangunan di Nabire yang majemuk.

Untuk mencapai target akhir bulan depan, panitia segera mengambil langkah strategis. "Setelah ini kita akan musyawarah dengan ketua-ketua kerukunan yang ada di Kabupaten Nabire," terang Agus Suprayitno. Pertemuan tersebut bertujuan merumuskan kriteria yang jelas dan diterima bersama untuk calon ketua kerukunan.
Kriteria yang akan dirumuskan tersebut mencakup baik calon ketua kerukunan di tingkat Kabupaten Nabire maupun Provinsi Papua Tengah. Hal ini menunjukkan keseriusan panitia dalam mempersiapkan kader kepemimpinan yang tidak hanya mampu mengayomi anggotanya, tetapi juga mampu berperan aktif dalam pembangunan di tingkat provinsi.
Dengan adanya target yang ketat dan arahan langsung dari Gubernur, HKJSM Kabupaten Nabire diharapkan segera memiliki kepengurusan yang solid. Kepengurusan baru ini dipandang penting untuk memastikan komunitas Jawa, Sunda dan Madura dapat terus bersinergi dan berkontribusi secara harmonis dalam keragaman masyarakat Papua Tengah.

Keputusan final mengenai kepengurusan baru ini akan menjadi penentu keberlanjutan peran HKJSM dalam menjaga toleransi, persatuan dan menjadi bagian integral dari kemajuan Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah. Seluruh ketua kerukunan kini ditunggu partisipasinya dalam musyawarah penentuan kriteria demi suksesnya pemilihan ini.(sam)
Bagikan artikel ini



