NABIRE - Pemerintah daerah khususnya Pemerntah Kabupaten (Pemkab) Nabire dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah (PPT) agar lebih serius memperhatikan dan membangun kawasan Kwatisore sebagai kawasan wisata.


Lantaran Hiu Paus sebagai ikon Nabire sekaligus ikon Provinsi Papua Tengah. Karena Hiu Paus di Kwatisore ini berbeda dengan Hiu Paus yang muncul dalam waktu-waktu tertentu. Hiu Paus di Kwtisore ada setiap hari, sehingga menarik bagi wisatawan mancanegara.


Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Deeah (DPRD) Kabupaten Nabire, Udin Mardin setelah kunjungan kerja sepekan lalu, dari Menase pekan kemarin mengatakan Hiu Paus di Kwatisore, Ditrik Yaur ini tidak hanya ikon Kabupaten Nabire juga ikon Provinsi Papua Tengah.


Karena itu, potensi wisata ini perlu dikelola bersama antara Pemkab Nabire dan Pemprov Papua Tengah. Karena dari ikon pariwisata tersebut bisa mendorong mancanegara datang ke Nabire, sehingga meningkatan perekonomian daerah dan pendapatan masyarakat.


Legislator dari Partai Demokrat ini menambahkan, pendapatan kaum ibu-ibu, mengurangi pengangguran, mengembangkan potensi kaum muda dan daerah, sehingga daerah kawasannya berkembang dan maju.


Menurutnya, membangun pariwisata di Kwatisore tidak cukup hanya satu sektor pariwisata saja tetapi perlu keterlibatan organisasi terkait seperti perikanan, perindustrian kerajinan sehingga pembangunan cukup kompleks. Perikanan misalnya menyiapkan bagan yang bermanfaat ganda.


Udin kembali pergumulan klasik, ketika Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dibagi menurut sektor pasti tidak cukup dan menunggu waktu lama.(ans)