NABIRE - Pemerintah baik itu pemerintah kabupaten (Pemkab) maupun pemerintah provinsi (Pemprov) diminta agar memantau pengadaan obat-obatan di rumah sakit, terutama di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire. Karena sementara ini masih ada pasien membeli obat di luar rumah sakit, lagi pula diduga sebagian dokter menjalin kerjasama dengan apotek sehingga pertumbuhan apotek di daerah ini begitu cepat.


Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai, Yosep Minai, Sabtu (10/5/2024) mengatakan masih adanya pasien yang membeli obat di luar rumah sakit karena kekurangan persediaan obat di rumah sakit. Oleh sebab itu, pemerintah Kabupten Nabire dan Pemprov Papua Tengah untuk pengadaan obat.


Minai menilai sedang terjadi kapitaliisme oleh para dokter di Papua Tengah melalui penyaluran obat-obatan lewat apotik. Penambahan apotik mulai banyak karena para dokter menyalurkan obat-obatan melalui apotik.


Ia menilai berkurangnya pengadaan obat di rumah sakit dan pasien membeli obat di apotik luar, dokter memberikan resep obat yang tidak ada di apotik rumah sakit hanya ada di apotik luar rumah sakit.


Pola pelayanan dokter di rumah sakit seperti ini merupakan sistim kapatalisme para dokter kepada masyarakat di daerah ini.


Oleh sebab itu, Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kabupaten Dogiyai ini mengimbau agar Pemerintah Kabupaten Nabire dan Pemprov Papua Tengah untuk menangani kapitalisme para dokter di Papua Tengah.(ans)