Pemerintah Diminta Segera Fasilitasi Perdamaian Konflik Antar Dua Suku
NABIRE – Pemerintah daerah, baik itu Bupati Nabire bersama 7 Bupati lainnya di Provinsi Papua tengah bersama pemerintah Provinsi Papua Tengah diminta secepatnya memfasilitai perdamaian konflik antar dua suku yang terjadi di Topo. Masyarakat dari dua suku tersebut sedang menanti siapa yang akan mulai memfasilitasi perdamaian antar dua suku yang bertikai di Topo, pekan lalu.

NABIRE – Pemerintah daerah, baik itu Bupati Nabire bersama 7 Bupati lainnya di Provinsi Papua tengah bersama pemerintah Provinsi Papua Tengah diminta secepatnya memfasilitai perdamaian konflik antar dua suku yang terjadi di Topo. Masyarakat dari dua suku tersebut sedang menanti siapa yang akan mulai memfasilitasi perdamaian antar dua suku yang bertikai di Topo, pekan lalu.
Kepala Suku Simapitowa Tayon dari Suku Mee, Vabianus Tebay di kediamannya, Kamis (15/6) mengatakan, saat pertemuan penyelesaian kasus konflik Topo, Selasa (13/6) di Polres Nabire sudah disampaikan secara terbuka kepada semua pihak yang hadir agar pemerintah daerah memfasilitasi perdamaian antar dua suku yang bertikai di Topo. Perdamaian tersebut dilaksanakan secepatnya. Pemerintah diminta mengambil langkah secepatnya untuk melaksanakan perdamaian antar kedua suku yang bertikai.
Vabianus menambahkan, kita sudah berdamai melalui pertemuan antar pihak terkait yang difasilitasi Polres Nabire. Namun, suasana di tengah masyarakat khususnya antar dua suku yang terlibat konflik masih dalam suasana was-was dan belum tenang, sekalipun aktifitas mulai normal kembali. Karena belum berdamai antar kedua suku menurut tradisi masing-masing suku.
Kepala Suku Simapitowa menjelaskan, menurut tradisi Suku Mee dan Dani, perdamaian dilaksanakan melalui adat, saling berdamai antar kedua suku saat acara adat yang dihadiri oleh kedua pihak yang bertikai. Selama belum ada pesta perdamaian secara adat, suasananya belum aman dintara pihak yang bertikai sekalipun sudah ada kesepakatan lewat pertemuan.
Untuk mendamaikan kedua pihak (suku) yang bertikai selama sepekan lalu, kata Vabianus, harus ada pesta perdamaian menurut tradisi suku Mee dan Dani di daerah ini. Dan itu difasilitasi oleh pemerintah, pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama 8 bupati se wilayah Provinsi Papua Tengah.
Maaf dan Terima Kasih
Kepala Suku Simapitowa, Vabianus Tebay menyampaikan permohonan maaf kepada perwakilan Suku Dani dan pihak terkait lainnya, apabila ada tutur kata-kata yang keliru saat menyampaikan pendapat dalam pertemuan perdamaian di Polres Nabire, Selasa lalu.
Vabianus Tebay juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Nabire, Komandan Kodim 1705 Nabire bersama jajarannya, dan Bupati Nabire yang turun langsung ke tengah masyarakat saat konflik. “Bapa-bapa kepala ini sampai turun langsung ke Topo di tengah pertikaian dan ke kilo untuk menjemput warga Dani ke Nabire. Mereka kerja siang malam untuk menangani konflik Topo sampai ke kilo jemput langsung,” ungkapnya sambil menambahkan, karena itu terima kasih kepada Bupati Nabire, Kapolres Nabire dan Dandim Nabire yang terlibat langsung menengahi konflik antar dua suku di Topo.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada kepala-kepala suku dan pihak lain yang terlibat untuk mengamankan situasi di Nabire sehingga konflik tersebut tidak melebar dan situasi keamanan di tengah masyarakat masih aman di daerah ini. (ans)
Bagikan artikel ini



