NABIRE - Tindak lanjut dari kunjungan Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo yang datang berkunjung ke Kabupaten Nabire pada akhir Desember 2017 lalu, dimana sesuai dengan Instruksi Presiden soal perecepatan pembangunan Bandara Douw Aturure Nabire di Karadiri Distrik Wanggar, akhirnya menuai hasil positif. Dimana, pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kemenhub RI, Selasa (6/3), tim dari Dirjen Perhubungan Udara telah meninjau dan melakukan penandatanganan penyerahan Aset Daerah (Areal Bandara) kepada Pemerintah Pusat melalui Dirjen Perhungan Udara Kemenhub RI. “Jadi pemerintah daerah sudah menyerahkan semua aset ke Dirjen Perhubungan Udara dan Bupati Nabire sudah menyerahkan semua dokumen terkait tindak lanjut pembangunan Bandara Douw Aturure ke pemerintah pusat dan hibah aset kepada Kemenhub RI. Dengan demikian secara resmi Bandar Udara Douw Aturure di Karadiri asetnya sudah diserahkan dan menjadi tanggung jawab Kemenhub dan pembangunannya diharapkan sesuai dengan janji presiden, bahwa tahun 2018 sudah dilakukan tahapan lanjutan pembangunan Bandara,” ungkapnya.Dikatakan, semua proses pembangunan Bandara Douw Aturure Karadiri Distrik Wanggar akan ditangani langsung oleh pemerintah pusat melalui Kemenhub RI. Sehingga, Bupati Kabupaten Nabire Isaias Douw meminta kepada semua pihak dan masyarakat untuk ikut mendoakan dan mendukung agar proses pembangunan Bandara Douw Aturure Nabire bisa dilakukan lebih cepat dalam rangka membuka isolasi daerah, yang juga merupakan program prioritas bupati untuk pelayanan transportasi di wilayah Papua Tengah. “Bandara ini nanti bukan hanya melayani masyarakat Nabire, tapi semua masyarakat yang ada di kabupaten yang ada di wilayah Papua Tengah, seperti Puncak Jaya, Puncak, Paniai, Intan Jaya, Deiyai, Dogiyai, Waropen, Kepulauan Yapen dan sejumlah kabupaten tetangga seperti Kaimana Papua Barat, kita berharap ini cepat dibangun,” pungkasnya.(cad)