Pemda Perlu Perjelas Tapal Batas Deiyai-Mimika
DEIYAI – Memperjelas tapal batas, sangat penting dalam suatu wilayah pemerintahan. Baik tapal batas antara negara, provinsi, bahkan kabupaten, distrik dan juga desa. Karena tapal batas merupakan suatu bentuk pagar perlindungan wilayah, terutama dalam pemberian pelayanan kep
Bagikan
DEIYAI – Memperjelas tapal batas, sangat penting dalam suatu wilayah pemerintahan. Baik tapal batas antara negara, provinsi, bahkan kabupaten, distrik dan juga desa. Karena tapal batas merupakan suatu bentuk pagar perlindungan wilayah, terutama dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat dari pemerintah. Mengingat pentingnya tapal batas wilayah pemerintahan, diharapkan pemerintah Kabupaten Deiyai dan Kabupaten Mimika, perlu menyepakati untuk memperjelas tapal batas antara kedua kabupaten ini, khususnya di bagian wilayah selatan Kapiraya.
Lantaran, tapal batas di bagian selatan Kabupaten Deiyai hingga saat ini masih belum diperjelas soal tapal batas diantara kedua kebupaten tersebut. “Warga yang mendiami di sekitar tapal batas juga, masih belum tahu tapal batasnya, sehingga para warga itu juga masih bermasalah antara warga sendiri, hanya karena tarik–menarik tapal batasnya. Dibatas, suku yang mendiami adalah Suku Mee (Ekagi) dengan Suku Kamoro. Ada Suku Kamoro yang berkeinginan mempertahankan masuk di wilayah Deiyai, maka soal tapal batas ini perlu diperjelas antara kedua Pemerintahan Kabupaten Deiyai dengan Mimika,” terang Sekdis Kapiraya, Ernes Kotouki. Soal tapal batas sangat utama dalam suatu wilayah pemerintahan, karena menurut dia, pertama untuk melindungi dan mempertahankan SDA yang ada. Kedua, untuk memperjelas rentang pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Ketiga, memperjelas batas wilayah yang satu dengan wilayah lain, tetapi kedua pemerintahan ini belum memperjelas tapal batas wilayahnya masing-masing. “Kemungkinan karena banyak kesibukan lainnya sehingga belum dilakukan untuk diperjelas tapal batas. Walaupun banyak kesibukan tetapi, soal tapal batas itu, harus diperjelas karena menyangkut tiga poin tersebut,” ungkapnya. Lanjutnya, jika tidak diperjelas soal tapal batas maka apa yang akan muncul. Dampaknya adalah warga yang ada di daerah perbatasan akan menjadi korban pembangunan, karena akan saling mengharapkan untuk sentuhan pembangunannya dan dampak buruk lainnya. Untuk itu, perlu perhatian serius dari pemerintah kabupaten yang bersangkutan agar kedepan pun dapat berjalan baik, lancar, sesuai dengan harapan bersama, yaitu dengan diperjelas tapal batas maka semua sentuhan pembanguan bahkan keseriusan perhatian pemerintah kepada masyarakat dapat berjalan baik guna membawa suatu perubahan di daerahnya.(henbob)
Bagikan artikel ini



