SUGAPA – Pemerintah Kabupaten Intan Jaya melalui Bappeda Intan Jaya menggelar forum perangkat daerah Kabupaten Intan Jaya. Kegiatan yang bertujuan untuk penajaman program/kegiatan Renja perangkat daerah tahun anggaran 2020, digelar Selasa (13/8) kemarin di Sugapa. Dalam sambutan Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si, dikatakan, mencermati tujuan pembangunan berkelanjutan yang sering disebut Sustainable Development Goals (SGDs) 2030 bahwa pembangunan daerah dilakukan disegala bidang dengan menitikberatkan pada aspek pembangunan manusia (human based). Sebagaimana yang diimplementasikan kedalam Indek Pembangunan Manusia (IPM).  “Tugas kita semua untuk mewujudkan tujuan tersebut melalui berbagai cara bagaimana kita meningkatkan, memberdayakan, memampukan dan mensejahterakan masyarakat secara berkelanjutan melalui peningkatan layanan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, telekomunikasi, pekerjaan, air bersih, sanitasi dan lain sebagainya tanpa ada satu orangpun yang tertinggal,” ujarnya.  Tambah bupati, kita memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan layan-layanan yang disediakan pemerintah atau negara dan negara harus menjamin dan mewujudkan hal itu. Lebih lanjut dikatakan bupati, selama kurun waktu 7 tahun terkahir kita telah membangun banyak sekolah baru, meningkatkan sarana/prasarana pelayanan kesehatan mulai dari Pustu, Puskesmas dan rumah sakit. Demikian pula halnya pembangunan infrastruktur dalam rangka membuka keterisolasian daerah. Dan sudah barang tentu sarana telekomunikasi guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat.  “Kita bisa lihat hasilnya, walau belum bisa menggunakan mobil namun sampai ke Enarotali telah dapat diakses dengan kendaraan roda 2 ke Hitadipa sampai Pugisiga, sebentar lagi kita akan tembuskan ke Mbiandoga,” katanya.  Secara perlahan, lanjut bupati, bertahap seluruh ibukota distrik akan terhubung dengan ibukota kabupaten di Sugapa. Dalam kurun waktu 5 tahun terkahir IPM kita telah meningkat dari urutan ke-28 menjadi urutan ke 23 dari 29 kabupaten/kota di Provinsi Papua. Namun kita belum bisa berbangga hati, karena masih banyak anak-anak, dan saudara kita yang belum tersentuh pembangunan terutama yang ada di daerah-daerah terisolir dibalik gunung Ugimba dan Tomosiga, masih sangat sulit yang memerlukan pemikiran kita bersama. Lanjut bupati, pembangunan yang dilaksanakan menghadapi tantangan yang sangat berat, tingkat kesulitan topografi yang tinggi serta mobilisasi barang modal hanya melalui udara turut serta memberikan tekanan terhadap percepatan laju pembangunan di kabupaten kita. Oleh karenanya perlu terus menerus dicari strategi-strategi baru untuk mengatasi hal tersebut. Dengan strategi baru, dengan inovasi baru barangkali dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan program/kegiatan dalam keterbatasan anggaran namun mampu memberikan hasil yang maksimal. Optimalisasi pengelolaan anggaran perlu terus dilakukan melalui pendekatan money follow programme, penerapan e-planning dan kepatuhan kita terhadap dokumen perencanaan yang lebih tinggi. (ros)