DEIYAI - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Deiyai telah melakukan aksi dan upaya soal penanganan pandemi Covid-19 atau yang lebih dikenal dengan wabah virus corona di wilayahnya demi keselamatan masyarakat. Dalam aksi tersebut telah dibangun Posko yang terletak di pertigaan Tigido dan dari Posko ini setiap kendaraan yang lewat para penumpang maupun sopir harus diperiksa suhu badannya dengan alat ukur suhu, karena Posko ini sangat ketat dijaga petugas gabungan Covid yang terdiri dari aparat keamanan TNI/Polri, anggota Satpol PP, petugas kesehatan, juga staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Deiyai. Dari hasil kerja keras dan sangat ketat ini telah ditemukan dan terdeteksi 13 orang yang reaktif saat dites rapid, sehingga ke13 orang ini untuk saat ini lagi dikarantina mandiri di rumah masing-masing dengan pengawasan yang sangat ketat dari tim  gabungan Covid-19 Kabupaten Deiyai. Demikian dikatakan Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Deiyai yang juga kepala BPBD Melianus Pakage, S.Ip.,M.KP Kepada Papuapos Nabire dua hari lalu di seputar KPR Nabarua seraya menambahkan, dalam penanganan Covid-19 Pemda Kabupaten Deiyai tidak tinggal diam tetapi berbagai cara tengah dilakukan. Sehingga masyarakat yang melewati Posko dipertigaan Tigido, diwajibkan menggunakan masker dan melaksanakan pola hidup sehat, juga pemerintah melalui tim Covidnya selalu memberikan arahan protokoler kesehatan yang baik dan benar kepada semua lapisan masyarakat. Dan kepada 13 orang masyarakat yang dinyatakan reaktif akan lanjut diperiksa swab pada hari ini Kamis, 4 Juni 2020 oleh tim kesehatan Covid-19 Provinsi Papua secara langsung di Kabupaten Deiyai. Untuk itu, selaku Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Deiyai meminta kepada masyarakat Deiyai uga bagi masyarakat kabupaten tetangga agar bersama-sama memerangi virus corona dengan tetap mengikuti anjuran dan aturan protokol kesehatan yang telah disampaikan pemerintah.(des)