NABIRE - Tata Kelola Keuangan Paroki dan arah gerak Pastoral Paroki ST. Yosep Nabire Barat menggelar kegiatan pembekalan keuangan paroki.

Kegiatan pembekalan diikuti seluruh badan pengurus gereja pastor, dewan, pewarta, ketua-ketua stasi, bendahara di wilayah kerja Paroki ST. Yosep Nabar, Kamis (14/5/26), bertempat di Gereja Paroki mulai pukul 10.00 WIT hingga berakhir pada pukul 16.30 WIT (sore). 

Dekenat Teluk Cenderawasih Keuskupan Timika, Theo Sukoco memberikan materi tentang tata kelola keuangan Paroki dan arah gerak pastoral.

Dikatakan Theo, tata kelola keuangan adalah sistem pengelolaan harta benda dan dana paroki yang transparan, akuntabel dan sesuai hukum kanonik, yang dipimpin oleh Pastor Paroki sebagai penanggung jawab utama, didukung oleh Dewan Keuangan Paroki (DKP).

Tujuannya untuk memastikan dana dikelola bijak untuk misi gereja, mematuhi hukum dan melaporkan kondisi keuangan secara berkala terbuka adalah komponen kunci dalam tata kelola keuangan paroki.

Penanggung Jawab Utama: Pastor Paroki adalah administrator legal-yuridis yang bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan, aset, dan kewajiban paroki.

Prinsip pengelolaan keuangan harus transparansi dan akuntabilitas. Laporan keuangan wajib disampaikan kepada umat agar ke depan tidak terjadi kecemburuan sosial di antara sesama badan pengurus dan kepada umat.

Selanjutnya, melaporkan pemasukan dana kas paroki lewat sumber apa saja dan pengeluaran uang kas paroki menyampaikan laporan kepada seluruh umat amat sangat penting terbuka dan selaku Pastor Paroki tinggal bertugas melayani pelayanan kepada umat hanya sementara, waktu begitu ketika intruksi atau perintah uskup turun pindah ke tempat paroki lain.

“Paroki maju dan mundur ada ditangan Dewan Pastoral Paroki bersama umat setempat di paroki itu sendiri. Kegiatan mengereja dilaksanakan dengan dana gereja serta bantuan donator, dari pihak lain dan harus wajib bendahara melaporkan keuangan keluar dan saldo disertai dengan bukti nota pengeluaran. Di situlah kemajuan paroki,” jelasnya.

Bukan keuangan saja tapi semua kegiatan Pastoral paroki yang direncanakan akan dilaksanakan harus diskusi dan kerja sama kepada semua Badan Pengurus Gereja dan apabila kerja tidak jujur dan tidak terbuka, di situlah muncul sumber masalah akhirnya merasakan kebencian di antara sesama. 

Di kesempatan yang sama, mewakili peserta Pastor Paroki Pastor Vincensius Budi Nahiba, Pr dan Dewan Paroki F.X. Sugiyo menyampaikan ucapan terima kasih kepada Theo Sukoco untuk meluangkan waktu datang di paroki ini untuk memberikan ilmu pengetahuan lewat materi dapat bermanfaat dan berguna bagi umat. (modes)