NABIRE – Pembangunan Gedung Utama pada progress kegiatan bangun di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Provinsi Papua Tengah, yang terdiri dari tiga bangunan utama, masing-masing Kantor Gubernur, Gedung DPR Papua Tengah dan Gedung MRP ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026 ini.

Selain KIPP, juga dibangun tower perkantoran Pemprov Papua Tengah ditambah pembangunan tiga tower tambahan untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dengan desain di kawasan seluas 300 hektare ini dibangun dengan konsep berbentuk Burung Cenderawasih.

Dalam lawatan dua Wakil Menteri (Wamen), yakni Wamen PU dan Wamendagri di Nabire, Rabu, 3 Juni 2026 kemarin menjadi salah satu legacy (warisan, peninggalan atau dampak yang ditinggalkan oleh seseorang, organisasi, atau generasi sebelumnya untuk generasi penerus) dan titik awal kebangkitan masyarakat Papua Tengah menuju kesejahteraan.

“Saya pikir pembangunan Papua Tengah akan menjadi legacy dan ini titik awal kebangkitan masyarakat Papua menuju Papua sejahtera,” ujar Wamendagri, Ribka Haluk saat melakukan kunjungan kesekian kalinya di Nabire.

Menurut mantan Pj Gubernur Papua Tengah itu, proyek strategis tersebut menunjukkan progres yang cukup signifikan. Hingga awal Juni 2026, capaian fisik pembangunan telah mencapai sekitar 20,03 persen, melampaui target awal sebesar 18,10 persen. 

Capaian ini mencerminkan kinerja proyek yang berjalan lebih cepat dari rencana, dengan deviasi positif sekitar 1,93 persen. Sekadar diketahui, pembangunan kompleks perkantoran ini memiliki nilai kontrak sekitar Rp355 miliar.

Data yang diterima media ini, proyek tersebut mencakup pembangunan tiga gedung utama, yakni kantor gubernur, gedung DPRD serta gedung Majelis Rakyat Papua (MRP). 

Selain bangunan utama, pekerjaan juga meliputi pengembangan kawasan seperti penataan landscape, pembangunan infrastruktur pendukung hingga penyediaan fasilitas kelistrikan untuk menunjang operasional pemerintahan ke depan. 

Kompleks perkantoran ini dibangun di kawasan inti pusat pemerintahan Papua Tengah di Distrik Wanggar, yang dirancang sebagai pusat aktivitas pemerintahan provinsi hingga saat ini, progres pekerjaan telah berjalan selama 223 hari, dengan sisa waktu pengerjaan sekitar 197 hari. 

Dengan pencapaian yang melampaui target tersebut, pemerintah optimistis pembangunan dapat selesai tepat waktu dan menjadi tonggak penting dalam percepatan pembangunan di Papua Tengah. (wan/agustinus)