Pelepasan Peserta Didik Kelas IX, Angkatan 45 SMP YPPK Santo Antonius Penuh Kehangatan
NABIRE - Pelepasan peserta didik kelas IX, di Angkatan 45 SMP YPPK Santo Antonius Nabire dirasakan oleh seluruh guru siswa-siswi, orang tua murid serta wali murid yang hadir pada Sabtu (17/5/2025) kemarin.

NABIRE - Pelepasan peserta didik kelas IX, di Angkatan 45 SMP YPPK Santo Antonius Nabire dirasakan oleh seluruh guru siswa-siswi, orang tua murid serta wali murid yang hadir pada Sabtu (17/5/2025) kemarin.
Kepala sekolah SMP YPPK Santo Antonius Nabire, Fransiskus Xaverius Heriporwanto, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada, orang tua dan kepada siswa yang sesuai dengan kesepakatan awal pada hari ini. Dimana awalnya pelepasan sekaligus pengumuman namun keadaan berkata lain, pada hari ini belum diperbolehkan untuk pengumuman dan pengumuman secara resmi akan diumumkan pada 2 Juni 2025 mendatang.
“Kadang-kadang itu kita menabrak aturan yang sebenarnya ada peraturan menteri itu dilaksanakan pada 2 Juni. Jadi selama rentang waktu bulan Mei tersebut, sampai tanggal 30 untuk memperbaiki data siswa dikarenakan masih banyak sekolah yang bermasalah dengan data siswa-siswi,” ujarnya.
Sehingga rentan waktu sampai 30 Mei tersebut untuk memperbaiki data, dikarenakan ijazah anak bapak/ibu yang sekarang bukan tulis tangan, melainkan sekolah tinggal mengeprin, sehingga data tersebut dikatakan benar sesuai dengan data dan sesuai dengan ijazah SD, rentan waktu tersebut juga untuk memperbaiki di Dukcapil.
“Tahun ini kita menamatkan 138 siswa-siswi kelas 9, untuk itu pada kesempatan hari ini atas nama sekolah, yayasan dan guru-guru ucapkan terima kasih kepada bapak/ibu orang tua, maupun wali yang sudah percayakan putra-putri bapak/ibu untuk dididik selama 3 tahun di sekolah ini, walaupun banyak kekurangan atau apapun itulah dunia pendidikan. dDan tidak ada yang sempurna pasti akan ada kekurangan,” tambahnya.

Dan lanjutnya, para guru dan sekolah menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelayanan 3 tahun ada yang tidak berkenan atau kurang memuaskan di hati orang tua siswa.
Ia berpesan untuk siswa-siswi kelas 9, sesuai dengan tema hari ini, ‘melangkah pasti menjemput masa depan berlandaskan iman dan ilmu’. “Anak-anak sekalian, apabila nanti melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi ingat tema atau pesan hari ini, menjemput masa depan, dengan berlandaskan iman dan ilmu. Iman dan ilmu itu sejalan satu kesatuan, tanpa iman ilmu tidak berguna, tanpa ilmu iman juga tidak berguna, sehingga keduanya jalan bersama agar kedepan kalian menjadi orang yang sukses,” katanya.
Dan jangan lupakan bapak ibu guru, di sekolah Antonius. “Kami tidak meminta apa-apa dan tidak meminta hadiah apa-apa, yang penting kalian masih ingat kami di sini itu sudah cukup, tidak ada istilah bekas guru, ini guru saya di SMP,” tandasnya.(edi)
Bagikan artikel ini



