NABIRE - Pelatihan Kelas Ibu Hamil Bagi Bidan Puskesmas Kabupaten Nabire, Senin (21/7), digelar di Hotel Mahavira. Acara ini dibuka Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire diwakili Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Mulyadi, SKM.   Pelatihan ini akan dilaksanakan selama dua hari, dimulai Senin (21/7) hingga Selasa (22/7). Turut hadir pada kegiatan ini, narasumber dari Provinsi Papua, narasumber dari Nabire dan ibu-ibu peserta Pelatihan Kelas Ibu Hamil Bagi Bidan Puskesmas Kabupaten Nabire. Dikatakan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Mulyadi, SKM, ada hal yang menjadi perhatian kita semua dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan. Yakni, masih terbatasnya sarana dan prasarana pelayanan kesehatan, serta rendahnya akses masyarakat terhadap fasilitas dan layanan kesehatan yang berkualitas, jumlah tenaga layanan (medis) masih terlalu sedikit. Sehingga dalam melaksanakan layanan kesehatan tidak dapat menjangkau seluruh masyarakat. Demikian juga masih perlu ditingkatkan sumber daya manusia bagi tenaga medis yang ada. Berkaitan dengan hal tersebut, telah dibuka dan kita ikuti dengan baik unit pembangunan kesehatan Papua tingkat kabupaten. Organisasi ini memiliki peran dan fungsi yang sangat besar dalam mewujudkan derajat kesehatan yang baik di Provinsi Papua umumnya. Ketua panitia, Sopia Gobai dalam laporannya mengatakan, program pembangunan kesehatan di Indonesia dewasa ini masih diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak. Terutama pada kelompok yang paling rentan kesehatan yaitu ibu hamil, bersalin dan bayi pada masa perinatal. “Oleh karena itu hari ini sangatlah tepat bagi bidan untuk mengikuti kegiatan kelas ibu hamil. Sebab melalui kegiatan ini merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka dan kelompok yang selanjutnya dapat disosialisasikan kepada ibu-ibu hamil. Sehingga ibu-ibu hamil memiliki pengetahuan dan ketrampilan mengenai kehamilan, persalinan, perawatan nifas, KB pasca persalinan, pencegahan komplikasi, perawatan bayi baru lahir, dan aktifitas fisik atau senam ibu hamil. Dengan demikian saya dan saudara secara tidak langsung ikut serta menurunkan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB),” tuutrnya.   Dengan harapan, dapat meningkatkan pengetahuan berubah sikap dan perilaku ibu agar memahami pemeriksaan kehamilan agar ibu dan jalin sehat, persalinan aman, nifas nyaman ibu selamat bayi sehat, pencegahan penyakit fisik dan jiwa gangguan gizi dan komplikasi kehamilan, persalinan, dan nifas agar ibu dan bayi sehat perawatan bayi baru lahir agar tumbuh kembang optimal, serta aktifitas fisik ibu hamil. (modes)