NABIRE - Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperidag) Kabupaten Nabire menggelar kegiatan pelatihan sekaligus menyerahkan bantuan peralatan produksi mesin pemarut kelapa dan peralatan pendukung industri pengolahan sagu, Kamis (27/10) kemarin melalui Bidang IKAHH.   Didepan Wakil Bupati Nabire, Amirullah Hasyim, S.IP.,MM, Kepala Dinas Koperindag Nabire Agus Bambang Wijarnako, Kabid IKAHH Koperindag Yance Iji, ketua panitia kegiatan Jenie Kawer, ST menerangkan, bahwa berdasarkan Perda Kabupaten Nabire Nomor 3 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah tahun 2010 - 2015, program dan kegiatan pada Dinas Koperindag, salah satunya ditujukan untuk mengembangkan produk unggulan melalui bidang perindustrian, yaitu pertama, program industri kecil dan menengah yang kegiatanya meliputi, pembinaan industri kecil dan menengah dalam memperkuat jaringan klaster industri dan pemberian kemudahan akses Perbankan bagi industri kecil dan menengah. Kedua, program kemampuan teknologi industri yang dilakukan melalui pembinaan untuk meningkatkan kemampuan dan penguasaah teknologi. Lanjutnya, dalam Petunjuk Teknis Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 110 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) dan Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK), setiap kabupaten/kota diwajibkan untuk membuat Perda tentang Pembangunan Industri sebagai amanat dari pelaksanaan UU Perindustrian Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian. Dijelaskan Jenie Kawer, tujuan dari kegiatan itu, untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), memanfaatkan potensi sumber daya alam khususnya potensi pertanian sebagai produk IKM yang memiliki nilai ekonomi yang lebih baik. Disamping itu untuk menciptakan wirausaha baru dan meningkatkan pendapatan keluarga. Lanjutnya, sasaran yang hendak dicapai dari kegiatan itu adalah terbentuknya 43 IKM Baru yang mampu bersaing dan kompetitif. Sementara kegiatan dilaksanakan di Aula Dinas Koperindag Kabupaten Nabire tanggal 27 - 28 Oktober 2016. Sedangkan peserta, untuk pelatihan pengolahan produksi mesin pemarut kelapa berjumlah 40 orang yang terdiri dari Distrik Napan 25 orang, Distrik Moora 10 orang dan Distrik Makimi 5 orang. Untuk penerima bantuan peralatan pendukung bagi industri pengolahan sagu sejumlah 3 orang dari Distrik Makimi. (iing elsa)