NABIRE - Harapan agar program pembinaan Industri Kecil dan Menengah (IKM) tidak berhenti pada tataran pelatihan semata menjadi sorotan utama di Nabire. Pelaku usaha di daerah ini menyuarakan kekhawatiran klasik. Bagaimana nasib permodalan setelah mereka mengantongi ilmu.

Menanggapi hal ini, Direktur Industri Aneka Kementerian Perindustrian, Reny Meilany, S.Si., M.SE, menegaskan, komitmen penuh untuk memastikan program penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru di Nabire ini tidak akan mandek.

"Sebenarnya kami rasa, inginnya kami ini kan bukan sekedar teori saja," ujar Reny saat diwawancarai oleh awak media di Aula Maranatha, Senin (13/10/2025). 

Ia menekankan bahwa inti dari kegiatan ini adalah keberlanjutan. Reny menjelaskan bahwa dalam waktu dekat, pelatihan akan memasuki tahap praktik langsung. 

Sebanyak 18 perwakilan dari sektor unggulan seperti kopi, Handphone (Hp), dan batik akan dibekali praktik oleh instruktur ahli di bidangnya.

"Nanti itu mereka dibina dengan adanya ilmu ini, dipraktikkan dan terakhirnya mungkin mereka bisa tahu, 'Oh, ternyata memang ini sangat potensial untuk nanti mereka kembangkan ke depan'," lanjutnya, menggambarkan visi lahirnya pelaku usaha yang kompeten.

Namun, ia menyadari betul bahwa tantangan terbesar IKM, yang juga menjadi masalah klasik nasional, adalah permodalan dan akses pasar. Rendahnya akses pembiayaan seringkali menghambat IKM dalam mendapatkan bahan baku dan mesin yang memadai.

Untuk mengatasi jebakan ‘pelatihan usai, pengembangan mati suri, Kemenperin menaruh harapan besar pada sinergi di tingkat daerah. Reny secara khusus meminta Kepala Dinas Perindustrian yang membidangi industri di Kabupaten Nabire untuk proaktif.

"Kami mohon agar kiranya kepala dinas, khususnya Dinas Perindustrian yang di Kabupaten Nabire ini, bisa menindaklanjuti dengan memonitoring," tegasnya. 

Jika kendala muncul dari sisi pembiayaan, misalnya persyaratan perbankan yang sulit dipenuhi IKM, ia memastikan Kemenperin siap menjembatani dan bersinergi dengan otoritas terkait.

"Jadi memang sebaiknya kita tetap terus bersinergi, jadi tidak hanya putus di hari ini sampai keempat hari ke depan," tutup Reny. Ia menjanjikan bahwa tim dari Kemenperin juga akan melakukan pemantauan, Monitoring dan Evaluasi (Monev) lanjutan, bahkan dalam dua hingga tiga minggu setelah pelatihan, untuk melihat hasil nyata dari pembinaan di Nabire.(sam)